629 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Sumut Rampung, 13 Sudah Bertransaksi dengan Nilai Capai Rp347 Juta

Penulis: Tengku Syafri  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 14:50:02 WIB
gerai Koperasi Desa Merah Putih di Sumatera Utara telah rampung dibangun per Kamis (23/7/2026), tersebar di 31 kabupaten dan kota.

MEDAN — Pembangunan 6.100 unit Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Sumatera Utara terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Kamis (23/7/2026), sebanyak 629 gerai telah rampung 100 persen dibangun, tersebar di 31 kabupaten dan kota. Dua daerah yang belum mencatatkan penyelesaian adalah Kota Sibolga dan Kabupaten Nias Selatan.

13 Gerai Sudah Bertransaksi, Nilai Tembus Rp347 Juta

Dari total gerai yang berdiri, 13 unit di antaranya sudah menjalankan transaksi usaha. Data dari Dinas Koperasi dan UKM Sumut mencatat nilai transaksi yang masuk mencapai Rp347.540.100.

“Kami yakin lebih dari ini, begitu pun jumlah gerai yang sudah menjalankan transaksi usaha lebih dari 13, tapi karena baru itu yang masuk data ke kami, maka itu yang kami sampaikan. Kami terus update datanya,” ujar Pratiwi Mulya Ningrum kepada Mistar, Kamis (23/7/2026).

Daerah Mana Saja yang Sudah Beroperasi?

Gerai yang sudah bertransaksi tersebar di delapan kabupaten dan kota. Yakni Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Asahan, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Dairi, dan Kota Medan.

Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai menjadi dua daerah dengan jumlah gerai operasional terbanyak di tahap awal ini.

Progres Pembangunan: 3.594 Gerai Masih Dalam Proses

Selain 629 gerai yang sudah rampung, masih ada sekitar 3.594 unit yang sedang dalam tahap pembangunan di seluruh Sumut. Pratiwi menyebut pergerakan progres cukup positif dan diharapkan terus berlanjut.

“KDMP ini salah satu agenda prioritas pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa dan kelurahan,” katanya.

Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan inisiatif pemerintah pusat yang dijalankan oleh pemerintah daerah untuk mendorong kemandirian ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. Gerai-gerai ini nantinya akan menjadi pusat kegiatan usaha dan transaksi warga setempat.

Tantangan di Sibolga dan Nias Selatan

Dua daerah yang belum mencatatkan penyelesaian gerai, yaitu Kota Sibolga dan Kabupaten Nias Selatan, menjadi perhatian Dinas Koperasi dan UKM Sumut. Belum ada penjelasan detail mengenai kendala di lapangan, namun pihak dinas memastikan akan terus memantau perkembangan di kedua wilayah tersebut.

Pratiwi menambahkan, pihaknya akan terus memperbarui data secara berkala seiring bertambahnya gerai yang beroperasi dan bertransaksi.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: mistar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top