JAKARTA — IHSG melanjutkan tren negatif pada perdagangan Selasa (28/7/2026), ditutup melemah 0,89 persen ke posisi 6.130. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 281 saham berhasil menguat, sementara 304 saham lainnya bergerak stagnan.
Tekanan jual terlihat merata di hampir seluruh sektor. Sektor energi, bahan baku, infrastruktur, properti, transportasi, keuangan, industri, teknologi, konsumer siklikal, hingga kesehatan kompak berada di zona negatif. Satu-satunya sektor yang mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan adalah konsumer non-siklikal.
Volume perdagangan tercatat cukup ramai dengan 25 miliar saham berpindah tangan sepanjang hari. Aktivitas transaksi mencapai Rp10,8 triliun, menunjukkan masih tingginya minat investor meski indeks tertekan.
Pelemahan juga melanda indeks-indeks unggulan. Indeks LQ45 turun 0,74 persen ke level 608, disusul IDX30 yang melemah 0,80 persen menjadi 342. Jakarta Islamic Index (JII) menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 1,44 persen ke level 364, sementara indeks MNC36 turun 1,07 persen ke posisi 264.
Di jajaran top gainers, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) memimpin dengan lonjakan 33,78 persen ke level Rp198. Disusul PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang melonjak 24,73 persen ke Rp1.715, serta PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) yang menguat 24,35 persen ke level Rp285.
Sementara itu, saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menjadi top losers setelah terkoreksi 14,90 persen ke Rp12.275. Posisi berikutnya ditempati PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) yang turun 14,89 persen ke Rp320, serta Ciptadana Asset Management yang melemah 13,85 persen menjadi Rp56.
Pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini memperpanjang tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik. Investor terus mencermati berbagai sentimen global maupun kondisi ekonomi dalam negeri yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan signifikan.