LANGKAT — Ribuan pengurus koperasi desa di Langkat mulai dibekali kompetensi tata kelola kelembagaan. Pelatihan yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat H. Amril ini diikuti oleh ketua dan bendahara dari seluruh KDKMP se-Kabupaten Langkat.
Peserta dibagi dalam tiga angkatan berdasarkan wilayah: Langkat Hilir, Langkat Hulu, dan Teluk Aru. Materi pelatihan mencakup regulasi koperasi, tata kelola keuangan, serta strategi pengembangan usaha berbasis potensi desa.
Pembentukan KDKMP merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pemerintah pusat menargetkan koperasi ini menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Plt. Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, melalui sambutan yang dibacakan Sekda Amril, menegaskan bahwa koperasi desa adalah bagian dari visi pembangunan Kabupaten Langkat untuk memajukan desa sekaligus mendukung program strategis nasional.
"Koperasi Desa merupakan bagian dari visi dan misi Kabupaten Langkat untuk memajukan desa. Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, kita harus mampu memajukan perekonomian Indonesia sesuai karakter bangsa, yaitu melalui penguatan ekonomi kerakyatan," ujar Amril membacakan arahan Plt. Bupati.
Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Langkat Drs. Binawan melaporkan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas SDM agar koperasi dikelola secara efektif dan profesional. Para pengurus diharapkan memiliki integritas dan pemahaman regulasi yang memadai.
Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara, Pusat Inkubator Bisnis Cikal Universitas Sumatera Utara, Koordinator Satuan Tugas Daerah Sumatera Utara Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, serta Ketua Pendamping Usaha Mikro Cooperative Indonesia (PUMIKOP) Sumatera Utara.
Metode pelatihan menggunakan pemaparan, diskusi, dan tanya jawab. Materi difokuskan pada pengelolaan keuangan, penyusunan laporan, serta strategi pengembangan usaha koperasi.
Sekda Amril menekankan bahwa koperasi desa harus mampu menjadi kekuatan ekonomi masyarakat di desa dan kelurahan. Dengan pengelolaan yang sehat dan transparan, koperasi diharapkan berkontribusi nyata terhadap pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.
"Hal ini sangat penting dalam mengemban usaha koperasi, sehingga koperasi mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan berkontribusi nyata terhadap pencapaian Visi Indonesia Emas 2045," katanya.
Pemerintah Kabupaten Langkat berharap KDKMP dapat tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang mandiri, sehat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memastikan koperasi berjalan sesuai prinsip gotong royong dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam pembukaan pelatihan para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Langkat, jajaran narasumber, Pimpinan Cabang BRI Stabat, serta ketua dan unsur pengurus KDKMP se-Kabupaten Langkat.