Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat, 2 Penggerak Desa Sejahtera Astra Diapresiasi Presiden

Penulis: Musdar Lubis  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:40:00 WIB
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana (kedua kiri) bersama Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa (kedua kanan) berfoto bersama dengan dua Penggerak Desa Sejahtera Astra, yaitu Zainul Arifin (kiri) dan Nur Ahmadi (kanan), penerima penghargaan S

JAKARTA - Nur Ahmadi dan Zainul Arifin, dua penggerak Desa Sejahtera Astra, menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI atas pengembangan wisata desa berbasis masyarakat.

Penghargaan diserahkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).

Satyalencana Kepariwisataan merupakan tanda kehormatan dari Presiden kepada individu yang berjasa dalam bidang pariwisata. Kontribusi keduanya dinilai mampu mendorong pengembangan desa sekaligus membuka sumber ekonomi bagi masyarakat.

Wukirsari Raih Pengakuan United Nations Tourism

Nur, penggerak Desa Sejahtera Astra Wukirsari, mengembangkan wisata desa di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan tetap mempertahankan lingkungan dan budaya setempat.

Salah satu potensi yang dikembangkan adalah Batik Tulis Giriloyo. Produk berbasis budaya lokal itu membuka peluang ekonomi bagi warga sekaligus memperluas pengenalan Desa Wukirsari di tingkat internasional.

Desa Wukirsari kemudian meraih penghargaan The Best Tourism Village 2024 dari United Nations Tourism.

Ketapanrame Kelola Investasi Warga

Zainul, penggerak Desa Sejahtera Astra Ketapanrame, mengembangkan tanah kas desa di Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, menjadi destinasi wisata Taman Ghanjaran dan Sumber Gempong.

Pengembangan itu melibatkan berbagai pihak dan menggunakan investasi masyarakat yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), yang turut menggerakkan ekonomi warga serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Respons Astra

Astra melalui Chief of Corporate Affairs Boy Kelana Soebroto menyatakan pendampingan terhadap kedua penggerak berlangsung sejak 2023.

"Astra mengapresiasi penghargaan yang diterima oleh kedua penggerak Desa Sejahtera Astra yang telah mendapatkan pendampingan dari Astra sejak tahun 2023 dan berkontribusi memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Penghargaan ini adalah kemenangan bagi seluruh masyarakat desa yang tak lelah berinovasi dan semoga dapat menularkan inspirasi bagi desa-desa lainnya untuk terus berkarya dan tumbuh bersama Indonesia," ujar Boy.

Program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.533 desa di 35 provinsi, dengan kontribusi sosial lebih dari 16 juta orang, termasuk 6,9 juta tenaga kerja beserta keluarga dan 3 juta penerima manfaat program tersebut.

Reporter: Musdar Lubis
Back to top