HUMBANG HASUNDUTAN — Sebanyak 70 personel Ton Dalmas Polres Humbang Hasundutan mengikuti latihan pengendalian massa (Dalmas) di halaman Mapolres setempat, Rabu (26/8/2026) pagi. Kegiatan rutin ini dirancang untuk mengasah keterampilan teknis sekaligus kesiapan mental anggota dalam menangani situasi lapangan yang dinamis.
Latihan diawali dengan pembekalan teori yang dipimpin langsung oleh Danton Dalmas, Aiptu Ediman Sijabat. Materi yang disampaikan mencakup tahapan pengendalian massa, mulai dari Dalmas Awal hingga Dalmas Lanjut.
Setelah menerima arahan, para personel memperagakan berbagai formasi standar pengendalian massa. Beberapa sikap yang dilatihkan antara lain sikap siaga, sikap tempur, desak maju, sikap berlindung, serta sikap dorong maju.
Peragaan formasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan setiap anggota memahami posisi dan koordinasi saat berhadapan dengan massa. Kesalahan kecil dalam formasi berpotensi fatal ketika berhadapan dengan situasi riil.
Kasat Samapta Polres Humbahas AKP Hotman Sirait menegaskan bahwa latihan ini merupakan langkah antisipasi terhadap berbagai potensi kerawanan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya aksi unjuk rasa yang kerap muncul secara mendadak.
“Latihan ini menjadi sarana untuk melatih fisik serta kesiapan personel dalam menghadapi situasi unjuk rasa yang sebenarnya,” ujar AKP Hotman Sirait dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Ia menambahkan, latihan Dalmas dilakukan secara berkesinambungan agar setiap personel selalu memahami tugas, fungsi, dan tahapan pengendalian massa sesuai prosedur yang berlaku. Dengan demikian, potensi kesalahan prosedur saat bertugas di lapangan bisa diminimalkan.
Kemampuan pengendalian massa merupakan keterampilan vital bagi personel Satuan Samapta. Polres Humbahas menjadikan kesiapsiagaan ini sebagai prioritas untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya.
Melalui latihan rutin yang terjadwal, diharapkan seluruh personel Satuan Samapta Polres Humbahas senantiasa berada dalam kondisi siap siaga. Kesiapan ini menjadi modal utama ketika personel diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa atau situasi darurat lainnya di lapangan.