Konferensi internasional pertama IC-BUSCLI 2026 resmi digelar di Penang, Malaysia, Selasa (1/9/), dengan menggandeng Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sebagai mitra. Sebanyak 62 makalah penelitian dari akademisi berbagai negara dibahas dalam forum yang mempertemukan kajian bisnis, komunikasi, dan linguistik ini. Sejumlah dosen UMSU ikut mempresentasikan hasil risetnya, termasuk Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian dan Internasionalisasi UMSU, Dr. Rudianto, yang menjadi pembicara utama.
MEDAN — Kolaborasi akademik antara Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali diperkuat lewat penyelenggaraan 1st International Conference on Global Business, Scientific Communication and Linguistics (IC-BUSCLI) 2026. Forum yang berlangsung di Penang, Malaysia, pada Selasa (1/9/) ini menghimpun 62 makalah penelitian dari para akademisi dan peneliti berbagai negara.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian dan Internasionalisasi UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si., tampil sebagai salah satu keynote speaker dalam konferensi tersebut. Ia menyampaikan makalah berjudul "Communication, Culture and Technology: Humanising Innovation in a Disruptive World".
Dr. Rudianto menegaskan bahwa partisipasi UMSU dalam konferensi ini merupakan bentuk nyata implementasi kerja sama yang telah dibangun dengan UniMAP. Kegiatan ini dirancang sebagai agenda tahunan yang menjadi ruang bagi akademisi dan peneliti untuk bertukar pengetahuan.
"Konferensi internasional ini merupakan implementasi dari kerja sama yang telah dibangun antara UMSU dan UniMAP. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para akademisi untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, dan membangun kolaborasi yang lebih luas," ujarnya.
Kerja sama kedua kampus sebenarnya telah berlangsung erat melalui berbagai program internasional, mulai dari konferensi, student mobility program, hingga visiting lecturer.
"Kerja sama UMSU dan UniMAP terus berkembang melalui berbagai program. Tidak hanya konferensi internasional, tetapi juga mobilitas mahasiswa dan dosen serta berbagai bentuk kolaborasi akademik lainnya," katanya.
Dekan Faculty of Business and Communication UniMAP, Assoc. Prof. Dr. Mohammad Rezal Hamzah, menjelaskan bahwa IC-BUSCLI 2026 mengusung pendekatan lintas disiplin. Konferensi ini menjadi respons atas tantangan disrupsi ekonomi global yang menuntut efisiensi tanpa mengorbankan nilai kemanusiaan.
"Melalui integrasi ini, perubahan teknologi dan bisnis diharapkan tidak hanya berfokus pada efisiensi, melainkan tetap memprioritaskan etika, nilai-nilai kemanusiaan, serta kesejahteraan masyarakat," kata Mohammad Rezal Hamzah dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh lepas dari kerangka kepentingan manusia. "Meski teknologi menyediakan sarana, manusialah yang memberikan arah, nilai, dan tujuan," tegasnya.
Selain Dr. Rudianto, sejumlah dosen UMSU turut mempresentasikan hasil penelitiannya. Khairunnisa, S.E.I., M.M., membawakan makalah bertajuk "Human-Centred AI Framework for Nazir Accountability".
Dr. Akhyar Anshori, S.Sos., M.I.Kom., memaparkan riset berjudul "The Importance of Parental Supervision in Children's Digital Activities". Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Yan Hendra, Drs., M.Si., bersama Dr. Sigit Hardian turut ambil bagian sebagai pemakalah.
Ketua OIC UMSU, Rafieqah Nalar Rizky, M.A., menyebut forum seperti IC-BUSCLI menjadi bagian strategis dalam memperkuat internasionalisasi UMSU. Keterlibatan dosen dalam forum akademik internasional membuka peluang jejaring dan kolaborasi baru dengan akademisi dari berbagai negara.
Dekan UniMAP memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, keynote speaker, pemakalah, serta mitra akademik yang terlibat. Mohammad Rezal Hamzah berharap IC-BUSCLI mampu memicu lahirnya riset-riset baru sekaligus mendorong kerja sama akademik internasional yang berdampak luas bagi masyarakat.