Medan – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mendeteksi 33 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah kabupaten di Sumatera Utara (Sumut). Temuan ini berdasarkan pemantauan citra satelit pada Rabu, 2 September 2026, sejak pukul 00.00 hingga 17.00 WIB.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Budi Hutasoit, memaparkan bahwa puluhan titik panas tersebut terdistribusi di 10 wilayah kabupaten. "Titik panas tersebar di Kabupaten Dairi, Karo, Labuhanbatu Utara, Langkat, Nias Utara, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Toba," ujar Budi di Medan, Rabu sore.
Meski titik panas terpantau di sejumlah kawasan, BBMKG memperkirakan cuaca di Sumatera Utara selama sepekan ke depan masih didominasi berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat tetap mengintai, terutama pada sore hingga malam hari.
Hujan tersebut berpeluang disertai kilat atau petir dan angin kencang. Budi menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang terintegrasi, termasuk aktifnya gelombang atmosfer, fenomena belokan angin, serta konvergensi di wilayah Sumut. "Faktor-faktor tersebut mendukung signifikan pertumbuhan awan," tegasnya.