SAMOSIR — Insiden kecelakaan pelayaran terjadi di Danau Toba pada Jumat (4/9) malam. KMP Sumut II yang tengah berlayar dari Pelabuhan Tiga Ras menuju Pelabuhan Simanindo mendadak tidak bisa bergerak setelah diduga terseret arus dan masuk ke perairan dangkal.
Kapal tersebut akhirnya kandas sekitar pukul 19.00 WIB, hanya dua kilometer dari titik keberangkatan. Proses evakuasi berlangsung selama lebih dari dua jam hingga kapal berhasil ditarik kembali ke posisi aman.
Petugas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Pelabuhan Tiga Ras, Febri Yuniar, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kapal mengalami kendala tidak lama setelah meninggalkan pelabuhan.
"Benar, sekitar pukul 19.00 WIB kapal bertolak dari Pelabuhan Tiga Ras menuju Simanindo. Kapal kemudian mengalami kendala, diduga terseret arus dan masuk ke perairan dangkal sehingga kandas dan tidak dapat bergerak," katanya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (5/9).
Febri menambahkan bahwa posisi kapal saat mengalami kendala berada kurang lebih dua kilometer dari Pelabuhan Tiga Ras. Kondisi cuaca buruk disebut menjadi pemicu utama kapal keluar dari jalur pelayaran yang aman.
KMP Sumut I dikerahkan untuk memberikan pertolongan. Kapal tersebut berhasil menarik KMP Sumut II keluar dari lokasi kandas sekitar pukul 21.15 WIB.
Setelah kapal berhasil dievakuasi, seluruh penumpang dan muatan kendaraan dipindahkan secara bertahap ke KMP Sumut I. Proses transfer berlangsung dalam kondisi aman dan terkendali.
"KMP Sumut II berhasil ditarik KMP Sumut I. Selanjutnya, penumpang dan muatan kendaraan dari KMP Sumut II ditransfer ke KMP Sumut I dalam kondisi aman dan selamat untuk berlayar menuju Pelabuhan Simanindo," pungkas Febri.
Setelah proses pemindahan penumpang dan kendaraan selesai, KMP Sumut I langsung melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Simanindo. Sementara itu, KMP Sumut II dikembalikan ke Pelabuhan Tiga Ras untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Belum ada pernyataan resmi mengenai kerusakan yang dialami KMP Sumut II akibat insiden kandas tersebut. Namun, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan armada penyeberangan dalam menghadapi cuaca ekstrem di perairan Danau Toba.