SUMATERA UTARA — JAKARTA — Pasar wisatawan Taiwan menjadi salah satu sumber pertumbuhan yang menjanjikan bagi industri pariwisata Indonesia. Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei mencatat, 49 pelaku industri pariwisata Taiwan hadir sebagai pembeli dalam misi penjualan paket wisata dan produk akomodasi terbaru. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan 21 pelaku industri pariwisata Indonesia yang menjadi penjual.
“Perbedaan jumlah penjual jasa dari Indonesia dan buyer dari Taiwan ini menjadi sinyal positif. Dari sini, tecermin permintaan dari Taiwan jauh lebih besar dari yang selama ini terlayani,” ujar Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (5/9).
Selama ini, Bali memang menjadi destinasi utama yang dikenal wisatawan Taiwan. Namun, Arif menilai ada ruang besar untuk memperkenalkan destinasi lain. Beberapa daerah yang disebut berpotensi dikembangkan melalui penjualan paket wisata adalah Jakarta, Yogyakarta, Pasuruan, Surabaya, dan Labuan Bajo.
Produk wisata yang ditawarkan pun tidak hanya sekadar perjalanan biasa. Ada wisata bahari, wellness tourism, gastronomi, hingga eksplorasi budaya dan alam yang bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan asal Taiwan.
Peluang ini sudah mulai dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Taiwan. Daniel dari Happy Go Travel mengungkapkan, perusahaannya kini telah memasarkan sejumlah paket wisata ke Indonesia, termasuk perjalanan ke Yogyakarta dan Surabaya. “Kami berharap bisa terus memperluas pilihan destinasi wisata ke Indonesia,” kata Daniel.
Strategi peningkatan perdagangan jasa pariwisata ke depan tidak hanya berfokus pada promosi besar-besaran. Arif menekankan pentingnya memperkuat kerja sama business-to-business (B2B) antara agen perjalanan Indonesia dan Taiwan agar informasi destinasi sampai lebih efektif ke calon wisatawan.
Pemerintah tidak sekadar mengejar jumlah kunjungan. Melalui pendekatan quality tourism, industri diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari setiap wisatawan. Produk seperti wisata bahari dan wellness tourism dinilai mampu memberikan dampak lebih besar bagi perekonomian lokal dibandingkan sekadar wisata massal.
Potensi pasar Taiwan ini ditopang data kunjungan yang solid. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah wisatawan Taiwan yang datang ke Indonesia mencapai 108.989 kunjungan. Angka tersebut menempatkan Taiwan sebagai sumber wisatawan mancanegara terbesar ke-13 bagi Indonesia pada semester I/2026.
Dari sisi pasokan, misi penjualan ini diikuti oleh beragam pelaku industri. Di sektor agen perjalanan dan tur, tampak nama-nama seperti Panorama Destination, Floressa Bali Tours, Java Traveller Indonesia, dan TJTS-Bali. Ada pula Zada Liveaboard yang mengkhususkan diri pada wisata kapal pesiar.
Sementara itu, sektor akomodasi diwakili oleh Impiana Private Villas Seminyak, Louvre Hotels Group South East Asia, Hotel Kimaya Sudirman Yogyakarta by HARRIS, hingga Lereng Bromo Hotel. Keikutsertaan hotel dari berbagai kota ini menunjukkan bahwa penawaran tidak lagi terpusat di satu pulau saja.
Dengan besarnya jumlah buyer dan permintaan yang terus terbuka, pasar Taiwan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan ekspor jasa pariwisata Indonesia sekaligus memperluas sumber penerimaan negara dari sektor pariwisata.