SUMATERA UTARA — Penyesuaian harga Wuling Eksion PHEV EX berlaku untuk konsumen yang membeli setelah periode promo peluncuran selesai. Varian tertinggi dari lini PHEV Wuling ini sebelumnya dipasarkan dengan skema harga khusus saat perkenalan perdananya di Indonesia pada April 2026.
Perubahan banderol ini menempatkan Eksion PHEV EX kembali ke posisi harga normalnya. Bagi calon pembeli yang sempat menunda pembelian, selisih harga menjadi pertimbangan tersendiri sebelum memutuskan varian CE atau EX.
Eksion PHEV EX mengandalkan mesin bensin 1.498 cc Atkinson Cycle dengan output 105 hp dan torsi 130 Nm. Mesin tersebut bekerja bersama motor listrik berdaya 145 kW atau setara 195 hp, dengan torsi 230 Nm.
Penyaluran tenaga memakai Dedicated Hybrid Transmission (DHT) ke roda depan atau FWD. Kombinasi ini menjadi jantung dari sistem plug-in hybrid yang diusung Wuling untuk pasar Indonesia.
Baterai LFP berkapasitas 20,5 kWh memungkinkan Eksion PHEV EX menempuh hingga 125 km murni dengan tenaga listrik berdasarkan pengujian CLTC. Saat mesin dan motor listrik bekerja bersamaan, total jarak tempuhnya diklaim melewati 1.000 km CLTC.
Tangki bahan bakarnya berkapasitas 52 liter. Untuk perjalanan jauh, kombinasi baterai dan tangki besar ini mengurangi frekuensi berhenti mengisi bahan bakar.
Panjang bodi Eksion PHEV mencapai 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 mm. Jarak sumbu rodanya 2.810 mm dengan kapasitas kabin tujuh penumpang.
Suspensi depan memakai McPherson, sedangkan belakang multi-link independen. Pengereman sudah cakram di depan dan belakang, ditambah pelek machined alloy 18 inci.
Varian EX membawa sejumlah fitur kenyamanan untuk kebutuhan keluarga. Panoramic sunroof elektrik, power tailgate, dan kaca dual-layer soundproof tersedia untuk meredam suara dari luar kabin.
Kursi baris kedua dan ketiga bisa dilipat rata. Dengan konfigurasi tersebut, kapasitas bagasi dapat mencapai 1.788 liter saat kursi belakang tidak digunakan.
Wuling Eksion PHEV dipasarkan dalam dua trim, CE dan EX. Keduanya memakai sistem plug-in hybrid identik, termasuk mesin 1.5 liter Atkinson Cycle, motor listrik 145 kW, baterai 20,5 kWh, dan DHT.
Artinya, kemampuan dasar PHEV serta jarak tempuh listrik 125 km tetap sama di kedua varian. Perbedaan utama terletak pada kelengkapan fitur dan tampilan.
Berakhirnya harga promo peluncuran membuat Eksion PHEV EX kembali ke banderol normal. Konsumen yang mengincar varian ini perlu menghitung ulang anggaran, terutama jika membandingkan dengan varian CE yang secara teknis punya kemampuan PHEV setara.
Pilihan CE tetap relevan bagi pembeli yang memprioritaskan teknologi plug-in hybrid dan kapasitas tujuh penumpang. Sementara EX menyasar konsumen yang mengutamakan kelengkapan fitur dan tampilan lebih premium.