KAI Divre I Sumut Pakai 2.289.400 Liter BBM Bersubsidi Januari-Agustus 2026, Layani 1,28 Juta Penumpang

Penulis: Amrizal Halim  •  Rabu, 16 September 2026 | 21:52:32 WIB
Petugas mengisi bahan bakar Biosolar B50 ke sarana kereta api di Depo PT KAI Divre I Sumatera Utara.

PT KAI Divre I Sumatera Utara mencatat penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi sebanyak 2.289.400 liter untuk operasional kereta api penumpang sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dari total tersebut, 535.004 liter di antaranya merupakan Biosolar B50 yang mulai dipakai penuh sejak 5 Juli 2026. Layanan KA bersubsidi di wilayah ini melayani 1.288.858 pelanggan melalui 3.402 perjalanan.

MEDAN — Manajer Humas PT KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, di Medan, Rabu, menyebut penggunaan BBM bersubsidi itu bagian dari upaya penyediaan layanan transportasi publik yang massal, efisien, dan terjangkau melalui skema Public Service Obligation (PSO). Efisiensi energi jadi alasan utama kereta api dipertahankan sebagai moda andalan di wilayah itu.

Sepanjang Januari sampai Agustus 2026, layanan KA PSO di Divre I Sumut melayani 1.288.858 pelanggan melalui 3.402 perjalanan kereta api bersubsidi.

Berapa Kendaraan Pribadi yang Bisa Digantikan Kereta Api Sumut?

Jika jumlah 1.288.858 pelanggan itu dikonversi ke penggunaan kendaraan pribadi dengan asumsi kapasitas empat orang per mobil, dibutuhkan sedikitnya 322.215 unit kendaraan untuk mengangkut seluruh penumpang tersebut.

Angka itu memperlihatkan skala mobilitas yang bisa ditekan kereta api. Anwar menyebut setiap perjalanan kereta dapat mengangkut ratusan hingga ribuan penumpang sekaligus.

"Dalam setiap perjalanan, kereta dapat mengangkut ratusan hingga ribuan penumpang sekaligus, sehingga kebutuhan energi untuk mobilitas per orang berpotensi jauh lebih efisien dibandingkan apabila perjalanan yang sama dilakukan menggunakan kendaraan pribadi secara individual," ujar Anwar.

Tiga Layanan KA Bersubsidi di Sumatera Utara

Layanan KA PSO di Divre I Sumut meliputi KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai PP, KA Siantar Ekspres relasi Medan–Siantar PP, dan KA Datuk Belambangan relasi Tebing Tinggi–Lalang PP.

Ketiga layanan itu menjadi tulang punggung angkutan penumpang bersubsidi di wilayah tersebut. Jumlah perjalanan yang lebih sedikit dibanding kendaraan pribadi disebut ikut menekan konsumsi bahan bakar.

"Jumlah perjalanan yang lebih sedikit tentu menggunakan bahan bakar yang juga lebih efisien. Keputusan masyarakat memilih menggunakan kereta api menghasilkan efek berantai, mulai dari mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, mengurangi kebutuhan BBM, sekaligus mendukung mobilitas yang lebih efisien," katanya.

Biosolar B50 Dipakai Penuh Sejak 5 Juli 2026

Dari total 2.289.400 liter BBM yang digunakan sepanjang Januari–Agustus 2026, sebanyak 535.004 liter di antaranya merupakan BBM jenis Biosolar B50. Sejak 5 Juli 2026, KAI Divre I Sumut telah secara penuh mengaplikasikan penggunaan Biosolar B50 untuk seluruh jenis sarana yang dioperasikannya.

Langkah itu menandai peralihan bertahap ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan di lingkungan operasional kereta api wilayah Sumatera Utara.

Anwar menegaskan KAI Divre I Sumut berkomitmen menjaga keandalan operasional, keselamatan, dan kualitas pelayanan agar kereta api tetap menjadi moda pilihan masyarakat.

"Pilihan masyarakat untuk menggunakan kereta api turut mendukung pemerintah dalam mengurangi kepadatan di jalan raya serta mendorong penggunaan BBM bersubsidi secara lebih efisien dan tepat sasaran. KAI Divre I Sumatera Utara akan terus memastikan keberlangsungan layanan angkutan massal yang aman, andal, ramah lingkungan dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara," katanya.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: m.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top