MEDAN — Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Salman Alfarisi menilai perluasan Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) belum merata. Ia meminta Pemprov Sumut menambah alokasi anggaran agar program tersebut menjangkau seluruh kabupaten dan kota di provinsi itu.
Dorongan itu ia sampaikan kepada wartawan di Medan, Kamis (17/9/2026). Menurut Salman, pembebasan biaya sekolah menjadi pintu masuk agar anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Pemprov Sumut mencatat alokasi anggaran PUBG sepanjang 2026 mencapai Rp49,53 miliar lebih. Dana itu menyasar 293 SMA, SMK, dan SLB Negeri dengan total 104.426 siswa penerima manfaat.
Sasaran program saat ini baru 10 kabupaten/kota. Lima di antaranya berada di Kepulauan Nias, sedangkan lima daerah lain merupakan wilayah terdampak bencana.
Salman berharap cakupan program terus diperluas lewat perencanaan dan penganggaran yang berkelanjutan. "Kami mendorong dan mendukung berapa pun anggaran yang harus dialokasikan untuk memperluas cakupan program sekolah gratis ini," katanya.
"Harapan kita program ini dapat berjalan di seluruh kabupaten dan kota se-Sumatera Utara tanpa terkecuali," ujar Salman.
Salman menekankan pembebasan biaya sekolah tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan program. Menurutnya, kualitas pendidikan tetap harus menjadi prioritas utama.
"Sekolah gratis jangan hanya dimaknai sebagai bebas membayar SPP. Yang paling penting bagaimana anak-anak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, guru yang cukup, ruang belajar yang layak dan fasilitas pendidikan yang memadai," ujarnya.
Ia menyoroti kebutuhan pendidikan yang berbeda-beda antarwilayah. Sumut memiliki daerah perkotaan, pesisir, kepulauan, pedalaman, hingga dataran tinggi dengan tantangan masing-masing.
Perluasan program, kata Salman, harus mempertimbangkan kondisi geografis dan kemampuan ekonomi masyarakat setempat. Ia tidak ingin ada daerah yang tertinggal dari sisi akses pendidikan.
"Prinsipnya harus ada pemerataan dan tidak boleh ada kabupaten atau kota yang tertinggal," katanya.
Salman berharap Pemprov Sumut menyusun perencanaan dan penganggaran yang berkelanjutan untuk memperluas PUBG. Dengan begitu, program sekolah gratis bisa dirasakan merata oleh masyarakat di seluruh Sumatera Utara.