BPBD Medan Latih Komunitas Difabel hingga Ibu Hamil Hadapi Potensi Bencana

Penulis: Said Fauzi  •  Jumat, 18 September 2026 | 09:23:31 WIB

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana bagi kelompok rentan, termasuk komunitas difabel, lansia, serta ibu hamil dan menyusui. Kegiatan itu menyasar elemen masyarakat yang selama ini jarang tersentuh program kesiapsiagaan. BPBD menilai kemampuan mengenali risiko dan mengambil langkah penyelamatan harus dimiliki semua kalangan, bukan hanya warga usia produktif.

MEDAN — Kepala BPBD Kota Medan Yunita menyatakan pelatihan bagi kelompok rentan menjadi bagian dari komitmen pemerintah memperkuat mitigasi bencana di wilayahnya. Materi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman soal jenis bencana, tetapi diarahkan agar peserta mampu bertindak mandiri saat situasi darurat terjadi.

"Tujuan utama pelatihan bagi elemen masyarakat sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, kapasitas, kesadaran dini menghadapi potensi bencana," ujar Yunita di Medan, Kamis.

Siapa Saja yang Ikut Pelatihan

Peserta pelatihan mencakup komunitas difabel, lansia, serta ibu hamil dan menyusui. Ketiga kelompok itu dinilai paling terdampak ketika bencana datang, karena keterbatasan mobilitas dan akses informasi.

Yunita menyebut pelatihan dirancang agar peserta tidak sekadar tahu jenis ancaman, tetapi juga bisa mengenali tanda risiko di lingkungan sekitar mereka.

"Pelatihan tidak sekedar memberikan pemahaman mengenai bencana, tetapi diarahkan untuk membangun kapasitas kelompok rentan agar mampu mengenali risiko, mengambil langkah penyelamatan dan tetap mandiri ketika menghadapi situasi darurat," kata dia.

Mengapa Kelompok Rentan Jadi Prioritas

Peningkatan kapasitas kelompok rentan disebut sebagai bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana. Pendekatan yang dipakai mendorong keterlibatan mereka dalam penanggulangan bencana yang inklusif.

"Pelatihan ditujukan untuk meningkatkan, mengurangi risiko bencana serta mendorong keterlibatan kelompok rentan dalam upaya penanggulangan bencana yang inklusif," sebut dia.

Yunita berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok rentan, menjadi masyarakat yang tangguh dan paham cara memitigasi potensi bencana.

Membangun Budaya Kesiapsiagaan di Level Warga

Pelatihan jenis ini akan terus digalakkan pemerintah kota guna meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus membangun budaya tanggap darurat di tengah masyarakat. BPBD memposisikannya sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana.

"Ini menjadi bagian dari upaya BPBD Kota Medan dalam membangun budaya kesiapsiagaan serta menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, BPBD Kota Medan menargetkan kelompok rentan tidak lagi menjadi pihak yang paling terlambat mendapat pertolongan saat bencana terjadi.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top