SUMATERA UTARA — Indeks saham Asia kembali menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026), membukukan kenaikan hari keenam secara berturut-turut. Penguatan dipimpin saham teknologi seiring meningkatnya permintaan konsumen terhadap aplikasi berbasis kecerdasan buatan, sementara harga minyak melemah setelah Arab Saudi kembali mengoperasikan East-West Pipeline dan melanjutkan ekspor dari pelabuhan Yanbu.
Reuters melaporkan, pengoperasian kembali East-West Pipeline milik Arab Saudi dan kemungkinan dilanjutkannya ekspor dari pelabuhan Laut Merah, Yanbu, menambah pasokan minyak ke pasar global. Kondisi itu menekan harga minyak di sesi perdagangan Asia, sekaligus mengalihkan sebagian arus dana ke aset berisiko termasuk saham teknologi.
Permintaan konsumen terhadap aplikasi berbasis kecerdasan buatan meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan itu mendorong ekspektasi pendapatan emiten teknologi di kawasan Asia, terutama perusahaan yang bergerak di sektor semikonduktor, komputasi awan, dan perangkat lunak.
Sentimen tersebut mengangkat indeks teknologi di beberapa bursa utama Asia. Kenaikan hari keenam ini memperpanjang reli yang sudah berjalan sejak pekan sebelumnya, meski volume perdagangan belum sepenuhnya pulih ke level rata-rata tahunan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pembicaraan dengan Iran di New York telah menunjukkan kemajuan. Pernyataan itu sempat memberi harapan pasar bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah bisa mereda.
Namun, Trump kemudian mengancam akan "melenyapkan" Iran jika kesepakatan tidak tercapai. Ancaman tersebut membuat pelaku pasar menahan posisi di aset berisiko tinggi, terutama yang terkait energi dan pengiriman.
Kembalinya operasional East-West Pipeline menambah volume minyak yang masuk ke pasar. Arab Saudi kemungkinan telah melanjutkan ekspor dari Yanbu, pelabuhan utama di Laut Merah, yang selama ini menjadi jalur alternatif ketika Selat Hormuz berisiko terganggu.
Tambahan pasokan dari Timur Tengah membuat harga minyak melemah di sesi Asia. Pelemahan itu memberi ruang bagi investor untuk kembali masuk ke saham teknologi yang sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran inflasi energi.
Penguatan bursa Asia berpotensi memberi sentimen positif bagi IHSG pada perdagangan berikutnya. Saham teknologi dan perbankan di BEI biasanya merespons pergerakan indeks regional, terutama jika arus dana asing kembali masuk ke pasar emerging.
Namun, pelaku pasar domestik perlu mencermati perkembangan pembicaraan AS-Iran. Eskalasi mendadak bisa membalik arah arus dana asing dalam waktu singkat, terutama jika harga minyak kembali melonjak.
Bursa Asia kini menanti konfirmasi lanjutan dari pertemuan di New York. Tanpa kejelasan, reli enam hari ini rawan koreksi teknikal jangka pendek.