MEDAN — Tim Analis MNC Sekuritas memperkirakan IHSG akan lebih dulu menguji area 6.208-6.258 sebelum bergerak ke zona penguatan. Proyeksi ini merujuk pada posisi indeks yang dinilai berada di bagian wave a dari wave (x).
Tekanan jual yang membayangi perdagangan Rabu terlihat dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi sebelumnya. Sebanyak 556 saham ditutup melemah, sementara hanya 148 saham yang menguat. Sebanyak 259 saham lainnya stagnan.
PT Indika Energy Tbk. (INDY) mencatat penurunan terbesar di antara saham LQ45, yakni 5,13 persen ke Rp2.590. PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) menyusul dengan pelemahan 4,76 persen ke Rp1.800.
PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) turun 4,40 persen ke Rp348, disusul PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang melemah 4,17 persen ke Rp184. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) juga tertekan 3,88 persen ke Rp11.150.
PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) melengkapi daftar saham LQ45 dengan penurunan 3,81 persen ke Rp505.
Di sisi lain, PT Indosat Tbk. (ISAT) naik 4,33 persen ke Rp2.410. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) menguat 2,15 persen ke Rp950, sementara PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) naik 1,88 persen ke Rp2.170.
PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menguat 1,07 persen ke Rp4.710. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) naik 0,96 persen ke Rp3.140, dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) menguat 0,95 persen ke Rp1.065.
MNC Sekuritas menyebut area 6.333-6.364 sebagai zona penguatan terdekat IHSG. Proyeksi ini tertuang dalam riset harian yang dikutip pada Rabu (23/9/2026).
"Area penguatan terdekat IHSG berada di 6.333-6.364," tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya.
Pergerakan IHSG hari ini akan menjadi acuan bagi investor untuk mencermati apakah tekanan jual berlanjut atau indeks mulai menemukan titik balik menuju area penguatan.