SUMATERA UTARA — BMW iX1 M Sport menawarkan tenaga 204 HP dan torsi 250 Nm dari motor listrik tunggal penggerak roda depan, berbasis BMW X1 generasi terbaru. Tim Moladin menguji langsung SUV listrik ini untuk mengukur performa, kenyamanan, dan kepraktisan hariannya. Dalam pengujian aktual, jarak tempuh yang dicapai sekitar 430 km dari baterai 64,8 kWh.
BMW iX1 M Sport resmi menjadi salah satu opsi SUV listrik premium yang dijual di Indonesia. Model ini memakai platform yang sama dengan BMW X1, tetapi mengandalkan motor listrik sebagai sumber tenaga. Tim Moladin menjajal unit ini di jalanan Indonesia untuk melihat sejauh mana karakter berkendara BMW tetap terjaga setelah mesin bensin digantikan motor listrik.
Motor listrik tunggal di BMW iX1 M Sport menggerakkan roda depan dengan output 204 HP dan torsi 250 Nm. Tenaga tersebut tersedia langsung begitu pedal akselerator diinjak, tanpa perlu menunggu putaran mesin naik.
Karakter ini membuat iX1 terasa sigap saat berakselerasi dari posisi diam. Perpindahan dari kondisi berhenti ke kecepatan harian berlangsung cepat dan halus. BMW juga menyematkan tombol boost untuk mendapatkan respons tenaga lebih instan, misalnya saat menyalip.
Dalam pengujian akselerasi, iX1 M Sport mencatat waktu sekitar 8 detik untuk 0-100 km/jam. Angka itu sekitar 0,9 detik lebih cepat dibandingkan BMW X1 bermesin bensin.
BMW membekali iX1 M Sport dengan baterai berkapasitas 64,8 kWh. Klaim jarak tempuh versi WLTP mencapai 477 km. Dalam pemakaian nyata, tim Moladin mencatat jarak tempuh di kisaran 430 km.
Angka tersebut cukup untuk aktivitas harian maupun perjalanan luar kota. Hasil sebenarnya tetap bergantung pada kecepatan, kondisi jalan, dan gaya berkendara masing-masing pengemudi.
Untuk pengisian daya, BMW menyebut iX1 M Sport mampu menerima daya DC hingga 150 kW. Saat diuji di SPKLU Indonesia, daya yang diterima tim Moladin berada di kisaran 85-100 kW.
Dari sisi desain, BMW iX1 M Sport masih mudah dikenali sebagai bagian dari keluarga X1 generasi terbaru. Perbedaan paling jelas terlihat pada gril yang dibuat tertutup, karena tidak lagi membutuhkan bukaan pendingin seperti versi bensin.
Tampilan lebih sporty hadir berkat pelek khusus M Sport. Secara keseluruhan, desainnya tidak dibuat terlalu berbeda dari X1, sehingga karakter SUV BMW tetap terasa meski sudah beralih ke tenaga listrik.
Masuk ke kabin, nuansa modern langsung terasa. Desain interior mengarah ke konsep minimalis seperti BMW iX, tetapi sejumlah tombol fisik masih dipertahankan di area konsol tengah.
Keberadaan tombol tersebut membantu pengemudi saat mengatur beberapa fungsi. Pengoperasian tidak harus selalu lewat layar, sehingga terasa lebih praktis ketika mobil sedang berjalan.
Karakter suspensi BMW iX1 M Sport cukup terasa saat melewati jalan bergelombang. Suspensinya cenderung kaku, terutama di permukaan jalan yang kurang rata. Meski begitu, bantingan tidak mengganggu karena suspensi mampu meredam benturan saat melewati lubang. Sensasinya lebih mengarah ke karakter sporty khas BMW dibandingkan SUV yang mengutamakan bantingan lembut.
Jok sport memberikan penyangga tubuh yang baik saat mobil diajak bermanuver. Namun, bentuk jok yang cukup memeluk tubuh bisa terasa sedikit menjepit dalam perjalanan sangat panjang. Kenyamanannya tetap bergantung pada postur dan preferensi pengemudi.
Salah satu hal yang cukup terasa adalah kabinnya yang kedap. Hasil pengujian menunjukkan tingkat kebisingan sekitar 68 dB, sehingga suara dari luar relatif teredam. Perjalanan terasa lebih tenang dan sesuai ekspektasi SUV premium.