SUMATERA UTARA — Tim putra bulutangkis Indonesia memastikan tiket final beregu Asian Games 2026 setelah menumbangkan Thailand 3-1 di babak semifinal. Kemenangan ini diraih lewat kontribusi Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Alwi Farhan, dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang tampil solid.
Pertandingan semifinal beregu putra Asian Games 2026 berlangsung di Jakarta, Rabu (23/8/2026). Indonesia sempat tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya berbalik menguasai laga dan mengunci kemenangan 3-1 atas Thailand.
Laga pembuka tidak berjalan sesuai rencana. Tunggal putra pertama Jonatan Christie harus mengakui keunggulan Kunlavut Vitidsarn dalam dua gim langsung, 17-21 dan 14-21.
Kekalahan itu membuat Indonesia tertinggal 0-1. Tekanan langsung berpindah ke pundak Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang turun di partai kedua.
Fajar/Fikri menjawab tantangan dengan kemenangan straight games atas Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul. Pasangan Indonesia itu menang 21-13 di gim pertama, lalu menuntaskan laga di gim kedua.
"Alhamdulillah bersyukur diberikan kemenangan hari ini dan bisa menyamakan kedudukan. Yang pasti kami tidak mau terpengaruh dengan partai pertama, kami mencoba fokus untuk partai kami sendiri," kata Fajar selepas pertandingan.
Fajar mengakui lawan sempat menyulitkan di gim kedua. Sempat tertinggal 8-11 di interval, Fajar/Fikri berhasil membalikkan keadaan berkat instruksi pelatih yang mereka terapkan setelah jeda.
"Lawan tadi terutama di gim kedua memberikan perlawanan yang sangat sengit. Di interval kami tertinggal 8-11 tapi kami tidak mau menyerah begitu saja. Ada instruksi dari pelatih yang kami terapkan setelah interval itu yang akhirnya bisa berjalan dengan lancar," ujarnya.
Alwi Farhan yang dipercaya turun sebagai tunggal kedua sukses menyumbangkan poin ketiga. Ia tampil solid melawan Puritat Arre dan menang dua gim langsung 21-15, 21-13.
"Alhamdulillah cukup senang bisa kembali dipercaya untuk turun sebagai tunggal kedua. Dan alhamdulillah bisa menyumbangkan poin. Bangga tapi pastinya belum puas karena kita tahu target kami adalah medali emas," tutur Alwi.
Alwi mengaku sempat berharap bertemu Panitchapon, namun tunggal Thailand itu mengalami cedera pinggang. "Saya mendoakan agar cepat sembuh untuk dia," kata Alwi.
Ia juga menegaskan tim Indonesia berpegang pada prinsip now or never mengingat Asian Games hanya digelar empat tahun sekali. "Kesempatan ini harus dijadikan hal yang sangat amat bermakna untuk bisa menyumbang medali emas untuk masyarakat Indonesia dan keluarga," imbuhnya.
Partai keempat menjadi penentu. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tampil dominan dan menaklukkan Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-nga dengan skor 21-15, 21-13.
Kemenangan itu memastikan Indonesia mengunci tiket final dengan skor agregat 3-1 atas Thailand. Leo/Daniel tidak memberi ruang bagi pasangan Thailand untuk mengembangkan permainan sepanjang laga.
Di final, Indonesia masih menunggu pemenang duel China kontra India yang masih bertanding saat berita ini ditulis. Laga puncak akan menjadi penentuan apakah target medali emas yang disebut Alwi Farhan bisa terwujud.
Sepanjang turnamen beregu putra kali ini, Indonesia menunjukkan kedalaman skuad yang merata di sektor tunggal dan ganda. Kemenangan atas Thailand menegaskan posisi tim Merah Putih sebagai salah satu kandidat kuat peraih emas Asian Games 2026.