Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menghasilkan sekitar 2,4 megawatt-hour (MWh) listrik per hari dari pemanfaatan 790 meter kubik limbah cair kelapa sawit. Listrik tersebut disalurkan untuk memasok kebutuhan perusahaan yang beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Pertamina New & Renewable Energy menyebut suplai dari biogas dan PLTS di kawasan itu menutup 10 persen kebutuhan listrik industri di sana.
SIMALUNGUN — Area Manager Regional I Pertamina New & Renewable Energy Rein Nasution menyatakan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) sebanyak 790 meter kubik per hari dibakar untuk menghasilkan biogas 22.000 meter kubik. Dari proses itu, pembangkit membangkitkan listrik 2,4 MWh setiap hari.
Bahan baku limbah cair tersebut berasal dari pabrik kelapa sawit yang berada di kawasan KEK Sei Mangkei. Listrik yang dihasilkan kemudian disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan industri itu.
Suplai listrik dari limbah cair sawit itu menyumbang lima persen dari kebutuhan perusahaan di KEK Sei Mangkei. Porsi tersebut masih akan bertambah dari sumber energi terbarukan lain yang dioperasikan Pertamina New & Renewable Energy di kawasan yang sama.
"Untuk saat ini, suplai listrik dari limbah cair sawit tersebut sebanyak lima persen dari kebutuhan perusahaan di KEK Sei Mangkei," kata Rein Nasution dalam keterangan tertulis yang diterima di Medan, Kamis.
Selain biogas, Pertamina New & Renewable Energy mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan KEK Sei Mangkei. PLTS itu menempati area seluas sekitar 2,5 hektare dengan kapasitas dua megawatt (MW).
Pembangkit surya tersebut menyuplai sekitar lima persen kebutuhan listrik perusahaan di kawasan itu. Gabungan pasokan dari PLTBg dan PLTS membuat total suplai energi terbarukan mencapai 10 persen dari kebutuhan listrik di KEK Sei Mangkei.
"Jadi, secara total, kami telah menyuplai 10 persen dari kebutuhan pasokan listrik untuk perusahaan di KEK Sei Mangkei," ujar Rein.
Pertamina New & Renewable Energy tengah mengembangkan potensi produk turunan biogas, termasuk biomethanol dan bio-CNG. Produk turunan itu nantinya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor industri.
Pemanfaatan limbah cair sawit menjadi listrik disebut sebagai salah satu upaya mendukung penggunaan energi terbarukan dan ramah lingkungan di kawasan industri tersebut. Langkah ini juga mengurangi beban pengolahan limbah pabrik kelapa sawit di kawasan KEK Sei Mangkei.