MEDAN — Kemenangan dramatis tim beregu putra bulu tangkis Indonesia atas China dengan skor 3-2 menjadi penentu emas perdana kontingen Merah Putih di Asian Games 2026. Sebelum partai final bergulir, Indonesia masih tertahan di peringkat ke-23 tanpa satu pun medali emas sejak hari kelima perhelatan.
Hasil di Ichinomiya City Municipal Gymnasium itu langsung mengubah peta klasemen sementara. Kontingen Indonesia kini menempati urutan ke-16 dengan raihan satu emas, empat perak, dan 15 perunggu.
Jalannya partai final sempat membuat Indonesia berada di tepi jurang. Jonatan Christie kalah dua gim langsung dari Shi Yuqi dengan skor 13-21, 18-21, disusul kekalahan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dari pasangan Liang Weikeng/Wang Chang lewat pertarungan tiga gim 20-22, 21-19, 14-21.
China pun berada di posisi nyaman untuk mengawinkan gelar tim beregu mereka. Titik balik Indonesia baru muncul pada partai ketiga lewat Alwi Farhan, yang menaklukkan Li Shifeng 23-21, 15-21, 21-16.
Kemenangan itu menular ke partai keempat. Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tampil agresif dan menghentikan He Ji Ting/Liu Yi dengan skor 23-21, 21-10, memaksa kedudukan imbang 2-2.
Partai kelima menjadi milik Mohammad Zaki Ubaidillah. Pemain yang akrab disapa Ubed itu menuntaskan perlawanan Weng Hongyang lewat dua gim langsung, 23-21 dan 21-13.
Kemenangan Ubed sekaligus memastikan China gagal mengawinkan gelar tim beregu. Emas ini menjadi yang pertama bagi Indonesia sepanjang keikutsertaan di Asian Games 2026.
Selain emas dari bulu tangkis, kontingen Indonesia menambah pundi-pundi medali dari sejumlah cabang pada Kamis. Tiga medali perak disumbangkan cabang menembak pada nomor 10m air pistol men team, serta dua dari rowing pada nomor lightweight men's double sculls dan men's quadruple sculls.
Adapun tiga perunggu diraih dari tiga cabang berbeda, yakni kano, sepak takraw, dan sepeda gunung. Kombinasi hasil tersebut mengangkat posisi Indonesia ke peringkat ke-16, naik tujuh tingkat dari posisi sebelumnya di peringkat ke-23.
Kontingen Indonesia masih memiliki peluang menambah medali dari cabang-cabang lain yang belum menyelesaikan seluruh nomor pertandingan di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.