Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minangkabau Andre Rosiade menilai Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sebagai sosok pekerja keras dalam membangun daerah. Penilaian itu disampaikan Andre saat pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Minangkabau Sumut 2024-2029 di Kantor Gubernur Sumut, Medan. Andre menyoroti kekuatan APBD Sumut yang disebut dua kali lipat anggaran Sumatera Barat sebagai modal pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
MEDAN — Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minangkabau Andre Rosiade menilai Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sebagai kepala daerah yang bekerja keras membangun provinsi itu. Penilaian tersebut disampaikan pada pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Minangkabau Sumatera Utara periode 2024-2029 di Kantor Gubernur Sumut.
Andre yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi VI DPR RI menyebut Bobby mampu merealisasikan pembangunan di sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Menurutnya, kemampuan itu ditopang kekuatan anggaran daerah yang jauh lebih besar dibandingkan provinsi tetangga.
Andre membandingkan kapasitas fiskal Sumut dan Sumatera Barat secara terbuka dalam forum pelantikan tersebut. Menurutnya, kekuatan anggaran menjadi pembeda utama dalam kemampuan membiayai proyek strategis.
"Sumatera Utara, itu APBD nya dua kali daripada Sumatera Barat. Jadi kekuatan anggaran Sumatera Utara tidak bisa kita imbangi," katanya.
Dengan ruang fiskal itu, Andre menyebut Bobby Nasution berpeluang menghadirkan sejumlah proyek strategis daerah. Salah satunya rencana terobosan pembangunan jalan menuju Berastagi.
Andre menjelaskan, pembangunan jalan menuju Berastagi akan memakai konsep kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) berbasis APBD. Skema itu dinilainya sebagai terobosan yang berdampak langsung pada perekonomian daerah.
"Beliau akan memakai konsep kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) berbasis APBD, karena APBD Sumut ini luar biasa. Langkah ini terobosan luar biasa yang memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah," tutur Andre.
Selain jalan Berastagi, Gubernur Sumut disebut akan menuntaskan pembangunan jalan tol menuju Danau Toba. Jalur kereta api yang terkoneksi dari Aceh ke Sumatera Utara juga masuk dalam daftar yang akan digenjot.
Sebagai pembanding, Andre menyebut Sumatera Barat akan membangun jalan tol Sicincin menuju Bukittinggi pada akhir tahun ini. Nilai anggaran proyek itu mencapai Rp29 triliun yang bersumber dari APBN.
Andre mengajak keluarga besar Ikatan Keluarga Minangkabau dan warga Minang lainnya mendukung upaya Pemprov Sumut melakukan pembangunan. Ia berharap Pemprov Sumut memperluas konektivitas serta membuka lapangan kerja lebih luas bagi para perantau, khususnya warga Minang.
"Saya juga berharap Pemprov Sumut memperluas konektivitas serta membuka lapangan kerja yang lebih luas bagi para perantau, khususnya warga Minang," papar Andre.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengajak warga Minangkabau menggali potensi industri halal sebagai sumber ekonomi baru. Menurutnya, sektor itu belum banyak disentuh dan menyimpan peluang besar bagi kesejahteraan masyarakat.
"Potensi dari sisi keumatan yang belum pernah atau jarang sekali kita sentuh, yaitu industri halal yang ada di wilayah kita. Hari ini Bapak Presiden sudah membuat badan tersendiri," kata Bobby.
Bobby menyoroti peran Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang kini berkedudukan setingkat kementerian setelah dioptimalkan Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menilai badan halal tidak lagi sekadar tempat mengurus sertifikat halal.
"Badan halal yang dahulunya kalau kita bilang, itu orang tahu hanya tempat-tempat buat sertifikat halal. Bukan hanya itu, tapi ini bagaimana kita bisa menggali potensi industri halal yang ada di daerah kita," jelasnya.
Bobby juga mengakui warga Minangkabau mampu bertahan di wilayah yang bukan kampung asalnya melalui adaptasi. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dan membangun komunitas menjadi kunci membangkitkan perekonomian di perantauan.
"Beradaptasi dan membangun komunitas untuk membangkitkan perekonomian," tutur Bobby.