Pemko Medan Perkuat Tracing TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis, Dorong Pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis

Penulis: Tengku Syafri  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:02:01 WIB
Rapat koordinasi penanggulangan TBC digelar di Kantor Camat Medan Kota, Senin.

MEDAN — Rapat koordinasi yang digelar di Kantor Camat Medan Kota itu menyatukan camat, lurah, kepala lingkungan, dan kader kesehatan dengan Dinas Kesehatan serta puskesmas. Tujuannya satu: memastikan warga yang menjalani skrining benar-benar sesuai kriteria sasaran program. Pemko menilai capaian penemuan kasus TBC belum optimal karena pelacakan kontak selama ini tidak selalu menjangkau orang yang tepat.

Wali Kota Minta Camat dan Lurah Turun Tangan

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan Muhammad Sofyan memimpin arahannya dalam rapat tersebut. Sofyan menekankan penanggulangan TBC butuh kerja sama seluruh unsur pemerintahan, bukan hanya Dinas Kesehatan dan puskesmas.

Camat, lurah, kepala lingkungan, dan kader kesehatan dinilai punya peran penting menjangkau warga sasaran pemeriksaan. Sofyan juga menyoroti masih adanya warga yang enggan diperiksa karena kurang paham atau ragu terhadap pihak yang mengajak mereka skrining.

"Penanganannya, rekan-rekan camat, bantu! Bantu dukung rekan-rekan Dinas Kesehatan yang melalui UPT Puskesmas yang ada di wilayah masing-masing," ujar Muhammad Sofyan dalam arahannya.

Siapa Saja yang Masuk Kriteria Sasaran Skrining

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Surya Saputra Pulungan menjelaskan, tracing TBC yang terintegrasi dengan CKG menjadi salah satu upaya meningkatkan capaian penemuan kasus sekaligus memenuhi indikator program penanggulangan TBC. Pelaksanaan skrining masih menghadapi sejumlah kendala sehingga penguatan koordinasi dengan semua pihak terkait dinilai mendesak.

Sasaran pemeriksaan meliputi warga yang memiliki kontak erat atau kontak serumah dengan pasien TBC, orang dengan gejala batuk, perokok, penyandang diabetes melitus, orang dengan HIV, serta kelompok lain yang memiliki faktor risiko.

"Perlu sinergitas, kolaborasi dengan seluruh jajaran ya, termasuk kewilayahan," ujar Surya.

Kendala di Lapangan: Warga Malu hingga Jarak ke Lokasi Skrining

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Medan Sereiviana Faradillah memaparkan sejumlah kendala teknis di lapangan. Salah satunya ketidaksesuaian antara kriteria warga yang seharusnya diperiksa dan peserta yang hadir di lokasi skrining.

Sebagian warga yang diundang tidak hadir karena merasa malu atau terkendala jarak menuju lokasi pemeriksaan. Ada pula peserta yang datang tetapi tidak sesuai kriteria sasaran yang sudah ditetapkan. Kondisi itu berpotensi memengaruhi pencapaian indikator program.

Dinas Kesehatan menilai dukungan pemerintah kecamatan dan kelurahan diperlukan untuk membantu edukasi, pendataan, serta pendampingan warga sasaran. "Dengan koordinasi kewilayahan ini kita meminta atau memohon bantuan dari kewilayahan sehingga nanti seperti yang disampaikan Pak Kadis tadi, yang datang untuk dilakukan skrining itu adalah yang memang sesuai dengan kriteria," ujarnya.

Puskesmas Sentosa Baru Jaga Koordinasi Lintas Sektor

Dukungan juga datang dari Puskesmas Sentosa Baru, Kecamatan Medan Perjuangan. Dr. Hari Putra Darmawan menyatakan pihaknya terus menjalankan kegiatan penanggulangan TBC melalui koordinasi dengan berbagai sektor terkait.

"Kalau dari kami Puskesmas Sentosa Baru, pada dasarnya tetap melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, koordinasi dengan lintas sektor untuk meningkatkan capaian atau target yang sudah ditentukan," ujar Hari Putra Darmawan.

Ia menambahkan koordinasi yang sudah berjalan perlu terus ditingkatkan agar semakin banyak warga bersedia datang menjalani skrining TBC.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: intipos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top