Angkasa Pura Gelontorkan Rp123 Juta Berantas Stunting di Kupang

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:20:02 WIB
Penyerahan bantuan Rp123 juta dari PT Angkasa Pura Indonesia untuk program penanganan stunting di Kantor Lurah Naimata, Kota Kupang.

SUMATERA UTARA — PT Angkasa Pura Indonesia menyalurkan bantuan Rp123 juta untuk program InJourney Airports Lawan Stunting di wilayah kerja Puskesmas Penfui, Kota Kupang. Bantuan itu diwujudkan dalam bentuk intervensi gizi dan pendampingan intensif kepada keluarga sasaran selama tiga bulan ke depan. Program ini menyasar percepatan penurunan angka stunting di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bantuan tersebut diserahkan PT Angkasa Pura Indonesia melalui Bandar Udara Internasional El Tari Kupang, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang dan UPTD Puskesmas Penfui. Penyerahan berlangsung di Kantor Lurah Naimata, Kecamatan Maulafa, dan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt yang mewakili Wali Kota Kupang. Hadir pula Anggota DPRD Provinsi NTT Filmon Loasana, General Manager Bandara El Tari Teguh Darmawan Saiman, serta jajaran Dinas Kesehatan Kota Kupang.

Bukan Program Pertama

Jeffry menyebut kerja sama antara Angkasa Pura dan Pemkot Kupang bukan hal baru. Sebelumnya, perusahaan pelat merah itu menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga kurang mampu.

"Atas nama Pemerintah Kota Kupang dan Bapak Wali Kota, kami menyampaikan terima kasih kepada PT Angkasa Pura Indonesia. Ini merupakan bentuk kepedulian yang nyata kepada masyarakat," ujar Jeffry.

Dia menilai perusahaan pengelola bandara itu tidak sekadar menjalankan fungsi operasional, tetapi juga berperan sebagai mitra pembangunan daerah.

Stunting sebagai Investasi Jangka Panjang

Menurut Jeffry, penanganan stunting bukan persoalan kesehatan semata. Kualitas sumber daya manusia Kota Kupang 25 hingga 30 tahun mendatang bergantung pada intervensi yang dijalankan hari ini.

"Bayangkan 25 hingga 30 tahun mendatang, anak-anak yang kita dampingi hari ini akan menjadi generasi penerus yang memimpin daerah ini. Karena itu, memastikan mereka tumbuh sehat merupakan tanggung jawab kita bersama," katanya.

Sekda mengutip pesan Nelson Mandela soal cara sebuah masyarakat memperlakukan anak-anaknya. Menurutnya, langkah Angkasa Pura melalui program InJourney Airports Lawan Stunting mencerminkan kepedulian dunia usaha terhadap generasi bangsa.

Intervensi Gizi Tiga Bulan

General Manager Bandara El Tari Teguh Darmawan Saiman menjelaskan, program ini merupakan implementasi kesepakatan bersama antara Angkasa Pura dan Pemkot Kupang yang diteken awal 2026 soal sinkronisasi program pembangunan.

Bantuan Rp123 juta disalurkan dalam bentuk intervensi gizi dan pendampingan intensif kepada keluarga sasaran di wilayah kerja UPTD Puskesmas Penfui. Pendampingan berlangsung tiga bulan.

Teguh berharap program itu tidak berhenti sebagai kegiatan jangka pendek. Dia ingin kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat terus berlanjut.

Gotong Royong Semua Pihak

Jeffry mengajak seluruh elemen—pemerintah, legislatif, tenaga kesehatan, dunia usaha, hingga keluarga—ikut menekan angka stunting di Kota Kupang. Menurutnya, target penurunan stunting hanya tercapai bila semua pihak bergerak bersama.

Dia juga meminta warga menjaga kesehatan dan asupan gizi anak sejak dini. "Setiap anak yang tumbuh sehat hari ini adalah harapan bagi terwujudnya Kota Kupang sebagai Kota Kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan," tuturnya.

Langkah Angkasa Pura menambah deretan program tanggung jawab sosial BUMN di sektor kesehatan ibu dan anak. Bagi Kota Kupang, keberlanjutan pendampingan pascatiga bulan menjadi penentu apakah intervensi gizi ini berdampak pada penurunan angka stunting jangka panjang.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: sergap.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top