MEDAN — Penyambungan listrik dilakukan PT PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara dengan menggandeng Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. General Manager PLN UID Sumatera Utara Rizky Mochamad menyebut pemerataan akses listrik sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup warga.
Gunawan menilai kehadiran jaringan listrik mengubah pola aktivitas keluarga penerima. Selama ini, rumah tangga tanpa aliran listrik membatasi kegiatan setelah matahari terbenam.
Menurut Gunawan, listrik membuka ruang kreativitas yang selama ini terhambat. Keluarga penerima bisa memulai industri kecil rumahan begitu arus tersedia.
"Dengan kehadiran jaringan listrik tersebut, maka geliat ekonomi di rumah tangga akan lebih hidup," ujar Gunawan di Medan, Rabu.
Ia membandingkan kondisi keluarga penerima sebelum dan sesudah penyambungan. Tanpa listrik sama sekali, peluang ekonomi rumahan nyaris tidak bisa diciptakan.
Gunawan menyebut kehadiran listrik biasanya diikuti kebutuhan lain yang menopang rutinitas sehari-hari. Permintaan barang dan jasa di sekitar rumah pun ikut bergerak.
"Diharapkan agar masyarakat bisa lebih produktif lagi saat menerima aliran listrik tersebut," ucapnya.
Ia mencontohkan pemanfaatan listrik untuk merintis usaha skala kecil di rumah. Modal awal yang dibutuhkan relatif terjangkau karena sumber dayanya sudah tersedia.
PLN UID Sumatera Utara menegaskan komitmen memperkuat kerja sama dengan Kementerian ESDM dan pemangku kepentingan lain. Tujuannya memastikan pelaksanaan BPBL berjalan sesuai target.
Rizky menyatakan program itu diarahkan agar makin banyak warga memanfaatkan listrik untuk kegiatan produktif. Dampak yang dibidik adalah kenaikan pendapatan dan kesejahteraan keluarga penerima.
Penyambungan listrik gratis bagi 584 rumah tangga prasejahtera itu berlangsung sejak Januari hingga 12 Oktober 2026. Jumlah tersebut menjadi bagian dari perluasan akses listrik di wilayah Sumatera Utara.