MEDAN — Pelatihan bertema "Dari Literasi Menuju Aksi, Dari Usaha Menuju Naik Kelas" itu diikuti sekitar 150 pelaku UMKM yang mendapat pembekalan untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka. Kegiatan ini digelar Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Medan sebagai bagian dari pendampingan berkelanjutan kepada nasabahnya.
Timur Tumanggor menegaskan bahwa pelaku UMKM harus memanfaatkan media sosial, lokapasar atau marketplace, pembayaran digital, serta pencatatan keuangan berbasis teknologi. Menurutnya, empat kanal itu dapat memperluas jangkauan pemasaran, menjangkau konsumen baru, dan meningkatkan efisiensi usaha.
"Salah satu peluang besar yang harus kita manfaatkan adalah digitalisasi," ucapnya di hadapan peserta pelatihan.
Namun, teknologi saja tidak cukup. Timur mengingatkan bahwa kualitas produk tetap menjadi fondasi utama agar UMKM Sumut mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
"Akan tetapi, teknologi juga harus diikuti dengan kualitas produk yang baik. Produk harus memiliki mutu yang konsisten, kemasan yang menarik, informasi yang jelas, legalitas yang sesuai, serta pelayanan yang mampu membangun kepercayaan konsumen," terangnya.
Jumlah UMKM di Sumatera Utara tercatat sekitar 1,48 juta unit usaha dan menyerap lebih dari 2,18 juta tenaga kerja. Angka itu menunjukkan UMKM sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat dan sumber penghidupan jutaan keluarga.
Usaha-usaha tersebut tumbuh di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, kuliner, industri pengolahan, jasa, hingga pengangkutan dan pergudangan. Banyak di antaranya berawal dari usaha rumahan yang dikelola dengan berbagai keterbatasan.
Timur menilai pelatihan bertema literasi itu menjadi pengingat bahwa pengetahuan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Literasi, katanya, harus membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih baik, sedangkan pengembangan kapasitas harus mendorong usaha tumbuh semakin kuat.
"Saya berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata bagi para pelaku UMKM untuk semakin percaya diri, adaptif terhadap perubahan, berani berinovasi, dan terus meningkatkan kualitas usahanya," ujarnya.
Pemimpin PNM Cabang Medan Muhammad Wazir menyatakan pihaknya terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui pelatihan dan bimbingan yang disertai studi banding ke sejumlah daerah. Penguatan usaha, menurutnya, membutuhkan dukungan modal finansial agar UMKM dapat tumbuh dan memanfaatkan pembiayaan secara tepat guna.
Selain modal finansial, modal sosial juga dinilai penting dalam pengembangan UMKM. PNM berupaya memperluas akses jaringan dan komunitas pelaku UMKM, antara lain melalui studi banding ke berbagai sentra UMKM.
"PNM juga memberikan akses kepada pelaku UMKM agar memperoleh akses pemasaran yang lebih luas untuk ekspor. Hingga kini sudah 1.466 kegiatan pelatihan untuk 33.100 nasabah PNM," pungkas Wazir.
Ia menekankan bahwa pemerintah, lembaga pembiayaan, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan bersama agar UMKM memperoleh kesempatan lebih luas untuk berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.