Bupati Simalungun Dorong KORMI Lestarikan Gasing hingga Lompat Karet Lewat Sekolah dan Wisata

Penulis: Said Fauzi  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 21:31:31 WIB
Bupati Simalungun H Anton menghadiri pelantikan pengurus KORMI Kabupaten Simalungun masa bakti 2026-2031 di Balei Harungguan, Pematang Raya.

SIMALUNGUN — Pelantikan pengurus KORMI Kabupaten Simalungun masa bakti 2026-2031 digelar di Balei Harungguan, Kantor Bupati Simalungun di Pematang Raya. Ketua Umum KORMI Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Daffasya Adnan Sinik, melantik langsung jajaran pengurus periode baru tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati H Anton menyoroti sejumlah permainan tradisional yang kini dinaungi KORMI, seperti gasing, permainan bulu ayam, dan lompat karet. Menurutnya, permainan-permainan itu sarat filosofi dan disayangkan akan hilang ditelan zaman bila tidak dijaga serta dilestarikan.

Olahraga Tradisional Dianggap Sarat Filosofi

H Anton menyampaikan hal itu sambil bernostalgia dengan permainan masa kecilnya. Baginya, olahraga tradisional bukan sekadar permainan pengisi waktu, melainkan bagian dari identitas masyarakat yang perlu diwariskan ke generasi berikutnya.

Dorongan tersebut sejalan dengan posisi KORMI sebagai induk organisasi olahraga masyarakat. Berbeda dari cabang olahraga prestasi, KORMI menaungi aktivitas yang tumbuh dari kebiasaan warga sehari-hari.

Program KORMI Simalungun: Sekolah hingga Daya Tarik Wisata

Ketua KORMI Kabupaten Simalungun masa bakti 2026-2031, Mahadi Dedi Sitanggang, menyampaikan komitmen dan program ke depan. Ia menegaskan bahwa KORMI bukan sekadar organisasi olahraga, melainkan wadah membangun masyarakat yang sehat, bugar, gembira, sekaligus melestarikan olahraga tradisional dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.

Beberapa program unggulan yang disiapkan antara lain:

  • Memperkenalkan kembali permainan tradisional ke sekolah melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan
  • Mengembangkan olahraga tradisional menjadi daya tarik wisata, seperti kegiatan layang-layang
  • Mendukung UMKM di bidang alat olahraga tradisional

Masuknya permainan tradisional ke sekolah dinilai menjadi jalur paling efektif untuk regenerasi. Anak-anak dikenalkan langsung pada permainan yang dulu dimainkan orang tua mereka di halaman rumah dan lapangan kampung.

Layang-Layang dan UMKM Jadi Pintu Ekonomi Warga

Pengembangan olahraga tradisional sebagai daya tarik wisata membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Kegiatan layang-layang, misalnya, bisa mendatangkan pengunjung sekaligus menggerakkan penjual alat permainan.

Dukungan terhadap UMKM bidang alat olahraga tradisional menjadi bagian dari rantai itu. Perajin gasing, pembuat layang-layang, hingga pengrajin alat permainan lain berpotensi mendapat pasar yang lebih luas.

Pelantikan pengurus periode 2026-2031 menandai mulai berjalannya sejumlah program tersebut. KORMI Simalungun kini menunggu langkah lanjutan, terutama kesepakatan dengan Dinas Pendidikan untuk membawa permainan tradisional masuk ke lingkungan sekolah.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top