SUMATERA UTARA — Gio Reyna mencetak gol pembuka saat Strasbourg menghadapi Paris Saint-Germain di Ligue 1, bukti nyata konsistensi menit bermain yang selama bertahun-tahun sulit ia dapatkan. Gelandang Timnas Amerika Serikat itu kini menikmati peran reguler di klub barunya setelah rangkaian cedera panjang sempat menghambat kariernya.
Strasbourg tumbang di tangan Paris Saint-Germain pada laga lanjutan Ligue 1 di Stadion Stade de la Meinau. Namun sebelum tiga gol PSG bersarang, Reyna lebih dulu membuka keunggulan lewat aksi individu yang dimulai dari rebutan bola di area pertahanan lawan.
Reyna merebut bola dari umpan buruk Khvicha Kvaratskhelia di area pertahanan Strasbourg. Ia lalu melakukan kerja sama satu-dua sebelum menggiring bola masuk ke kotak penalti dengan Lucas Digne mengawalnya.
Menggeser ke tengah, Reyna melepaskan tembakan terukur yang melewati Filip Jörgensen di tiang dekat. Perayaan selebrasi berlutut di depan pendukung menjadi penanda kepercayaan diri yang mulai kembali.
Sejak musim 2020-21 bersama Borussia Dortmund, saat mencatat hampir 2.000 menit di Bundesliga bersama Erling Haaland, Jude Bellingham, dan Jadon Sancho, Reyna selalu menutup musim tanpa menembus 630 menit liga. Cedera beruntun membuat statusnya di Nottingham Forest dan Borussia Mönchengladbach sekadar pemain rotasi.
Gregg Berhalter dan Mauricio Pochettino tetap memanggilnya ke skuad Timnas AS karena percaya pada potensi besarnya. Kini kepercayaan itu mulai terbayar di Strasbourg, klub dengan rata-rata usia skuad 21,6 tahun yang lebih mirip program pascasarjana ketimbang roster Ligue 1.
Untuk pertama kali dalam kariernya, Reyna mencatat delapan pertandingan beruntun sebagai starter bersama klub dan negaranya. Rangkaian itu baru terputus saat ia dirotasi setelah jeda internasional.
Ia juga menjadi satu-satunya pemain yang tampil sebagai starter di keempat laga persahabatan pada jendela internasional September-Oktober. Status sebagai pemain dua kali Piala Dunia membuatnya lebih nyaman tampil sebagai pemimpin muda ketimbang wonderkid yang terus dibebani ekspektasi.
Reyna mengaku fokus pada proses harian untuk menjaga kondisi fisik dan mentalnya. "Terus hadir setiap hari, berlatih, memulihkan diri. Saya melakukan semua yang saya butuhkan untuk bersiap secara mental dan fisik untuk setiap latihan dan pertandingan. Saya merasa baik, dan saya semakin percaya diri setiap kali menginjak lapangan," ujarnya kepada wartawan.
Beban membawa tim juga berkurang seiring munculnya Cavan Sullivan dan sejumlah pemain muda lain. Justin Ellis mengaku mengidolakan Reyna sejak masa akademi di Orlando, dan beberapa saat kemudian Ellis membuka rekening golnya untuk Timnas AS lewat umpan tendangan bebas melengkung dari Reyna.
Dengan usianya yang belum genap 24 tahun, Reyna masih punya banyak waktu membangun karier di luar bayang-bayang ayahnya, Claudio Reyna, dan ekspektasi masa jayanya di Dortmund. Di Strasbourg, ia mulai menulis ceritanya sendiri.