ASAHAN — Ridho Alamsyah, S.H., M.H., mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PB HMI dalam kongres yang digelar di Lampung pada November 2026. Pria asal Kabupaten Asahan ini tercatat sebagai kader HMI Cabang Medan. Pencalonannya membawa nama daerah asal ke kontestasi kepemimpinan tingkat nasional.
Ridho bukan nama baru di struktur perkaderan HMI. Ia meniti kepengurusan dari tingkat komisariat, cabang, badan koordinasi, hingga pengurus besar. Jejak itu menjadi modal utama pencalonannya.
Pada 2018, Ridho menjabat Ketua Bidang PTKP HMI Komisariat Universitas Muslim Nusantara. Dua tahun berselang, ia dipercaya sebagai Wakil Bendahara HMI Cabang Medan.
Karier organisasinya berlanjut ke tingkat wilayah. Pada 2024, Ridho menjabat Wakil Bendahara Umum Bidang PTKP BADKO HMI Sumatera Utara.
Periode 2025–2026 mencatat posisi terbarunya: staf Departemen Otonomi Daerah PB HMI sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Internal PB HMI. Dua posisi itu menempatkannya di lingkaran inti kepengurusan nasional.
Ridho menyelesaikan Sarjana Hukum di Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, Medan. Pendidikan Magister Hukum ditempuhnya di Universitas Nasional.
Saat ini ia masih menempuh Magister Ilmu Politik di kampus yang sama. Pada 2025, Ridho juga mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat.
Kombinasi latar hukum dan politik itu sejalan dengan posisinya di Departemen Otonomi Daerah PB HMI, yang bersinggungan langsung dengan isu desentralisasi dan kebijakan daerah.
Sebelum mencalonkan diri, Ridho aktif di organisasi mahasiswa eksternal. Ia pernah menjabat Presiden Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah.
Pada 2019, Ridho menjadi Koordinator Daerah Sumatera Utara BEM Nusantara. Dua tahun kemudian, ia naik ke posisi Sekretaris Pusat BEM Nusantara pada 2021.
Pengalaman lintas organisasi ini memperluas jaringan kaderisasinya di luar struktur HMI. Bagi pemilih di kongres, jejak itu menjadi bahan penilaian tersendiri.
Kongres HMI di Lampung menjadi forum penentu arah kepemimpinan organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia. Kursi Ketua Umum PB HMI diisi melalui pemilihan oleh peserta kongres.
Persaingan diperkirakan berlangsung ketat. Setiap kandidat dituntut menawarkan gagasan perkaderan dan strategi penguatan peran HMI dalam menjawab tantangan kebangsaan.
Bagi kader HMI Sumatera Utara dan warga Asahan, pencalonan Ridho menjadi perhatian tersendiri. Namanya kini berada di panggung pemilihan kepemimpinan nasional organisasi tersebut.