IHSG Melesat 5,65% ke 5.278,89, Sektor Infrastruktur dan Keuangan Jadi Motor

Penulis: Amrizal Halim  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:04:31 WIB
IHSG ditutup melesat 5,65% ke level 5.278,89 pada perdagangan Selasa (20/10/2026).

SUMATERA UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 5,65% ke level 5.278,89 pada perdagangan Selasa (20/10/2026), membalikkan koreksi tajam dua hari sebelumnya. Penguatan dipicu aksi beli domestik di saham BUMN serta sentimen rencana reformasi indeks BEI dan buyback emiten besar. Nilai transaksi harian tercatat Rp26,5 triliun dengan volume 568 juta lot.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks ditutup pada posisi tertinggi hariannya meski aliran dana asing masih keluar. Net outflow investor asing mencapai Rp2,21 triliun, namun aksi beli di pasar domestik menutup celah tersebut dan mendorong indeks ke zona hijau.

Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan kenaikan 8,8%, disusul sektor keuangan yang naik 6,4%. Kedua sektor menopang hampir seluruh kenaikan indeks pada sesi tersebut.

Pemulihan Terjadi Setelah Koreksi Akibat Evaluasi MSCI

Penguatan IHSG membalikkan pelemahan tajam dua hari sebelumnya. Koreksi saat itu dipicu pengumuman evaluasi status dari lembaga pemeringkat MSCI yang membuat pelaku pasar bereaksi cepat.

Otoritas bursa tidak tinggal diam. BEI mengumumkan rencana reformasi perhitungan indeks dengan mengeksklusi saham yang memiliki porsi kepemilikan terkonsentrasi tinggi (High Shareholding Concentration). Langkah ini ditujukan untuk memperbaiki kualitas indeks di mata investor global.

Rupiah Kembali di Bawah Rp18.000 per Dolar AS

Pemulihan pasar saham sejalan dengan penguatan nilai tukar rupiah. Mengutip data Refinitiv, rupiah menguat 0,28% ke posisi Rp17.980 per dolar AS, kembali menembus level psikologis Rp18.000.

Pelemahan indeks dolar AS (DXY) ke level 101,758 memberi ruang bagi stabilitas mata uang nasional. Di pasar obligasi, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun bertahan stabil di posisi 7,169%.

Danantara Sebut Harga Saham BUMN di Bawah Nilai Wajar

Badan Pengelola Investasi Danantara ikut mendorong penguatan harga saham melalui langkah mitigasi investasi. Sejumlah emiten besar juga menjalankan rencana pembelian kembali (buyback) saham.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menilai penurunan harga saham BUMN berbasis fundamental kuat sebagai peluang strategis jangka panjang.

"Justru melihat ini adalah opportunity untuk kita investasi jangka panjang," tegas Rosan saat mengomentari rasio price to book value (PBV) perbankan nasional yang berada di bawah nilai wajarnya.

Pasar Menanti Keputusan BI-Rate Hari Ini

Fokus pelaku pasar kini tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang mengumumkan keputusan suku bunga acuan pada Rabu (21/10/2026). Konsensus pasar memproyeksikan kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,00%.

Kenaikan suku bunga diproyeksikan untuk menopang stabilitas nilai tukar serta mengantisipasi dinamika pasar keuangan global. Keputusan BI akan menjadi katalis berikutnya bagi arah IHSG dalam beberapa sesi ke depan.

Sentimen Global: Wall Street Bervariasi, PBOC Tahan LPR

Dari ranah internasional, bursa saham Wall Street ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones naik 1,02%, dipicu kinerja positif emiten manufaktur 3M dan Northrop Grumman.

Bank Sentral China (PBOC) mempertahankan Loan Prime Rate (LPR) tenor 1 tahun di level 3,00%. Sementara itu, pasar tenaga kerja Inggris mencatatkan penurunan tingkat pengangguran ke level 4,7%.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: ekonomi.tvrinews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top