SUMATERA UTARA — Samsung Galaxy Z Fold 8 membawa perubahan paling terasa di sektor layar: bobot turun jadi 201 gram dan kecerahan layar utama menembus 3.000 nits. Perangkat ini jadi salah satu dari tujuh ponsel lipat yang disebut bersaing di 2026, bersama OPPO, Huawei, Google, dan Motorola. Klaim soal bekas lipatan yang lebih samar tetap perlu dibuktikan lewat pemakaian nyata, bukan cuma angka di lembar spesifikasi.
PALPRES.COM merangkum tujuh pilihan ponsel lipat yang disebut layak dilirik sepanjang 2026. Persaingan di kategori ini bergerak ke arah bodi lebih tipis, konstruksi lebih tangguh, dan fitur yang makin padat. Samsung sebagai pemain lama disebut terus bersaing dengan OPPO, Huawei, Google, dan Motorola.
Dari daftar tersebut, Samsung Galaxy Z Fold 8 jadi satu-satunya perangkat yang dirinci spesifikasinya. Beberapa angka yang disebut memberi gambaran jelas soal arah pengembangan ponsel lipat tahun ini.
Samsung menyebut Galaxy Z Fold 8 hanya berbobot 201 gram. Angka itu menjadikannya Z Fold paling ringan yang pernah diproduksi sejauh ini. Untuk perangkat lipat berlayar besar, selisih bobot puluhan gram biasanya langsung terasa saat dipakai satu tangan dalam waktu lama.
Rasio layar luar diubah ke 10:16. Perubahan ini menyasar keluhan lama pengguna Z Fold: layar depan yang terasa sempit saat perangkat tertutup. Rasio lebih lebar membuat pemakaian tanpa membuka layar utama jadi lebih nyaman.
Layar utama memakai rasio 4:3 dengan kecerahan hingga 3.000 nits. Angka ini menempatkan Z Fold 8 di jajaran ponsel dengan layar paling terang, berguna saat dipakai di bawah matahari langsung.
Rasio 4:3 sendiri lebih mendekati proporsi tablet dibanding ponsel biasa. Untuk membaca dokumen, membuka spreadsheet, atau menonton video, proporsi ini umumnya terasa lebih pas dibanding layar memanjang.
Dapur pacu Galaxy Z Fold 8 adalah Snapdragon 8 Elite Gen 5, chipset kelas atas yang jadi acuan performa ponsel flagship. Baterainya berkapasitas 4.800 mAh.
Kapasitas tersebut tergolong standar untuk ponsel lipat layar besar. Layar luas dengan kecerahan tinggi adalah konsumen daya terbesar, jadi daya tahan aktual perlu diuji lebih jauh, bukan disimpulkan dari angka mAh saja.
Samsung menyematkan Flex Titanium Technology untuk mengurangi bekas lipatan pada layar. Ini salah satu titik paling krusial di ponsel lipat: lipatan yang makin samar menentukan apakah layar terasa seperti panel utuh atau masih menyisakan garis di tengah.
Kamera ganda 50 MP melengkapi perangkat, ditemani fitur My FanCam. Keduanya disebut sebagai bagian dari paket fitur Z Fold 8, meski detail cara kerja My FanCam belum dijelaskan dalam rangkuman tersebut.
Galaxy Z Fold 8 mengarah ke perbaikan yang tepat sasaran: bobot turun, layar lebih terang, dan rasio layar luar yang lebih masuk akal. Bagi yang menunggu ponsel lipat dengan layar depan nyaman dipakai sehari-hari, perubahan rasio 10:16 adalah alasan paling kuat untuk menunggu.
Yang belum bisa dinilai adalah daya tahan engsel dan layar setelah berbulan-bulan dipakai. Klaim Flex Titanium Technology soal bekas lipatan sebaiknya diperlakukan sebagai janji pabrikan sampai ada pengujian independen.