SUMATERA UTARA — Data RTI Business menunjukkan BBNI menjadi saham perbankan dengan koreksi terdalam pagi ini, melemah 1,25% ke Rp 3.170 per saham. Disusul Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang turun 1,09% ke Rp 2.710, dan Bank Central Asia (BBCA) melemah 0,99% ke Rp 5.025 per saham. Tekanan jual di sektor perbankan turut menyeret IHSG ke zona merah sejak bel pembukaan.
IHSG Terbang ke Level Terendah Sebelum Memangkas Koreksi
Indeks sempat menyentuh level terendah di posisi 5.346,33, atau terkoreksi lebih dari 4% pada sesi awal. Namun, tekanan jual mulai mereda dan IHSG berhasil memangkas kerugiannya ke level 5.512,17. Pergerakan ini masih menunjukkan volatilitas tinggi di tengah minimnya sentimen positif dari pasar global maupun domestik.
Aksi Jual Asing Capai Rp 61 Triliun Sepanjang 2026
Sepanjang tahun 2026, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp 61,36 triliun. Tekanan jual asing ini menjadi salah satu faktor utama pelemahan IHSG yang sudah terkoreksi lebih dari 36% secara year-to-date. Sektor perbankan, yang selama ini menjadi primadona investor asing, turut menjadi sasaran jual.
Saham Big Bank: Diskon atau Jebakan?
Pelemahan harga saham perbankan besar seperti BBNI, BBRI, dan BBCA membuat valuasi sektor ini semakin murah. Namun, para pelaku pasar perlu mencermati bahwa tekanan jual asing masih berlangsung dan sentimen eksternal seperti kenaikan suku bunga global serta pelemahan rupiah masih membayangi. Diskon besar di harga saham belum tentu menjadi sinyal beli jika fundamental makro belum menunjukkan perbaikan.
Investasi mengandung risiko. Pergerakan harga saham dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan sentimen yang berkembang.