SUMATERA UTARA — Mikhael Sinaga, yang juga mantan calon legislatif, mendapatkan salinan ijazah Jokowi dari PDIP pekan lalu setelah mengajukan permohonan informasi resmi. Dokumen itu, menurut dia, diperlukan untuk kepentingan investigasi jurnalistik. Beberapa waktu sebelumnya, pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi juga memperoleh salinan serupa dari KPU secara resmi.
Posisi Cap Berbeda, Mikhael Yakin Bukan Faktor Cetak Miring
Mikhael menyatakan perbedaan itu terletak pada letak cap legalisasi di sudut kanan atas dokumen. "Berbeda letak legalisirnya, cap legalisirnya berbeda. Itu semuanya di kanan atas, tapi kalau kita sandingkan kiri-kanan atau kita tempelin gitu kan, kalau kita tempelin terus kita terawang kan ketahuan dia agak berbeda sedikit gitu loh," ujarnya, Senin (8/6).
Ia menegaskan perbedaan itu tidak disebabkan oleh faktor kemiringan cetak atau kesalahan teknis saat pemindaian. Menurut pengalamannya sebagai mantan caleg, seluruh dokumen kandidat biasanya diserahkan satu rangkap ke partai politik, lalu partai meneruskannya ke KPU. "Jadi, pengalaman pribadi saya, seharusnya seorang calon itu, calon apa pun, calon DPR, calon wali kota, gubernur, presiden, itu memberikan berkas satu rangkap kepada partai. Lalu partai memberikan ke KPU," katanya.
PDIP Buka Arsip, Jokowi Belum Bicara
Politikus PDIP Guntur Romli membenarkan pihaknya menyerahkan sejumlah dokumen kepada Mikhael, termasuk salinan ijazah SMA dan ijazah sarjana (S1) Jokowi. "Kami buka semua berkas, ijazah SMA, S1, dan berkas-berkas lain yang bisa dibuka berdasarkan perintah UU Keterbukaan Informasi Publik," kata Guntur saat dihubungi, Senin (8/6).
Hingga berita ini ditulis, tidak ada pernyataan resmi dari Jokowi maupun perwakilannya. Jokowi merupakan mantan kader PDIP yang menggunakan partai berlambang banteng itu sebagai kendaraan politik sejak Pilkada Solo, Pilgub DKI Jakarta, hingga dua kali Pilpres.
Rekam Jejak Politik yang Retak
Hubungan Jokowi dan PDIP merenggang setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memungkinkan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024. Setelah itu, Jokowi, Gibran, dan menantunya Bobby Nasution tidak lagi menjadi bagian dari PDIP. Jokowi kini disebut sebagai Dewan Pembina PSI, partai yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Sementara Bobby, yang kini menjabat Gubernur Sumatera Utara, bergabung dengan Partai Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.