MEDAN — Direktur Keuangan Perum Bulog Hendra Susanto turun langsung ke gudang Bulog Sumatera Utara untuk memonitor kesiapan penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) periode Februari-Maret 2026. Pengecekan dilakukan mulai dari proses pengemasan beras hingga mekanisme serah terima di titik bagi kelurahan.
“Saya monitor langsung kesiapan Bulog Sumut terkait banpang dengan target penyelesaian akhir bulan Juni ini,” ungkap Hendra dalam keterangannya, Senin (15/4).
1,7 Juta KK Terima Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter
Program penugasan pemerintah ini memberikan paket sembako berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter untuk setiap keluarga penerima. Total penerima bantuan di Sumatera Utara mencapai 1.756.846 kepala keluarga yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.
Hendra menegaskan bahwa stok kedua komoditas sudah tersedia di masing-masing gudang Bulog cabang. “Beras dan minyak gorengnya sudah siap di masing-masing gudang, tinggal kita salurkan segera ke masyarakat sesuai jadwal yang sudah disusun bersama Pemda masing-masing,” katanya.
Dua Tujuan: Penuhi Kebutuhan Pangan dan Kendalikan Inflasi
Menurut Hendra, program Banpang tidak hanya bertujuan memenuhi sebagian kebutuhan pangan pokok masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah dalam mengendalikan inflasi pangan di daerah. Distribusi tepat waktu diharapkan menjaga stabilitas harga beras dan minyak goreng di pasaran.
Dia mengimbau agar bantuan yang diterima benar-benar dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari. “Untuk itu saya menghimbau kepada masyarakat yang menerima beras dan minyak ini di konsumsi dan jangan diperjualbelikan. Gunakan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga penerima manfaat,” tutup Hendra.
Jadwal Distribusi Dikoordinasikan dengan Pemkab/Pemkot
Bulog Sumut saat ini tengah menyusun jadwal penyaluran bersama pemerintah daerah masing-masing. Proses serah terima dilakukan di titik bagi tingkat kelurahan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak menumpuk di satu lokasi.
Penyaluran Banpang periode ini merupakan salah satu penugasan pemerintah kepada Bulog yang berlangsung hingga akhir semester pertama 2026. Masyarakat penerima diharapkan mengecek jadwal pembagian melalui kelurahan atau pendamping sosial setempat.