PARAPAT — Realisasi investasi Deli Serdang sepanjang tahun lalu menembus angka Rp9,178 triliun. Capaian tersebut tak hanya melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar Rp7,033 triliun atau 130 persen, tetapi juga melebihi target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara senilai Rp8,41 triliun dengan capaian 109 persen.
Penghargaan Langsung dari Gubernur Sumut
Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, kepada Bupati Deli Serdang, dr H Asri Lidin Tambunan. Gubernur menekankan pentingnya investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global.
“Kita boleh berharap investasi dari luar daerah maupun luar negeri, tetapi yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan kekuatan dari dalam. Investasi lokal harus tumbuh dan menjadi fondasi ekonomi daerah,” ujar Gubernur dalam sambutannya.
Bupati: Hasil Kerja Bersama Bangun Kepercayaan Investor
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menyebut penghargaan ini merupakan buah dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. “Ke depan, kami akan terus mendorong kemudahan berusaha, memperkuat pelayanan publik, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi dunia usaha dan UMKM,” katanya usai menerima penghargaan.
UMKM Didorong Naik Kelas Lewat Hilirisasi dan Feasibility Study
Gubernur juga meminta seluruh kabupaten/kota untuk menghitung kebutuhan investasi demi mencapai target pertumbuhan ekonomi masing-masing. UMKM, menurutnya, harus naik kelas melalui hilirisasi usaha dan penyusunan feasibility study (FS) yang profesional.
“Produk UMKM kita sudah banyak dan berkualitas. Yang perlu diperkuat sekarang adalah bagaimana usaha tersebut dikemas menjadi lebih profesional, memiliki perencanaan bisnis yang jelas, dan mampu menarik minat investor,” tegas Bobby Nasution.
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai 15 Juni: 240 Ribu Pelaku Usaha di Deli Serdang
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menjelaskan sensus ini menjadi instrumen penting untuk memetakan struktur ekonomi daerah.
Menurut Statistical Business Register (SBR), jumlah pelaku usaha di Sumatera Utara naik dari 1,06 juta pada 2006 menjadi 1,55 juta di 2026. Dari jumlah tersebut, 240 ribu usaha berada di Deli Serdang—terbesar kedua setelah Medan. “Dengan jumlah yang cukup besar inilah, kami membutuhkan rentang waktu cukup panjang dari biasanya hanya sebulan,” pungkas Harry.
Data sensus diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembinaan UMKM yang lebih tepat sasaran dan pembukaan peluang investasi yang lebih besar. PIISU 2026 sendiri berlangsung pada 10–13 Juni 2026 dan dirangkaikan dengan rapat koordinasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu se-Sumut serta penandatanganan kerja sama antara usaha besar dan UMKM.