SUMATERA UTARA — Ducati Indonesia resmi memperkenalkan Ducati DesertX V2 2026 sebagai penerus lini adventure enduro mereka. Motor ini hadir dengan ubahan signifikan di sektor mesin, sasis, hingga ergonomi, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan touring jarak jauh dan petualangan off-road.
Spesifikasi Utama Ducati DesertX V2 2026
- Mesin: V2 890 cc, tenaga 110 hp @ 9.000 rpm, torsi 92 Nm @ 7.000 rpm
- Berat basah (tanpa BBM): 209 kg
- Tangki BBM: 18 liter
- Suspensi depan: KYB USD 46 mm fully adjustable, travel 230 mm
- Suspensi belakang: KYB monoshock fully adjustable, travel 220 mm
- Velg: Spoked tubeless 21 inci depan, 18 inci belakang
- Ban: Pirelli Scorpion Rally Street 90/90 depan, 150/70 belakang
- Rem depan: Brembo M4.32 radial, cakram ganda 305 mm, ABS Cornering 4 level
- Panel instrumen: TFT 5 inci, resolusi 800 x 400 piksel
Mesin Baru: Lebih Ringkas, Perawatan Lebih Mudah
Perubahan paling mendasar ada di dapur pacu. Ducati meninggalkan mesin lama dan beralih ke V2 890 cc yang lebih ringkas. Sistem katup Desmodromic yang ikonik namun rumit dalam perawatan kini diganti dengan spring valve—teknologi yang diklaim lebih sederhana dan lebih efisien.
Mesin baru ini menghasilkan tenaga puncak 110 hp pada 9.000 rpm dan torsi 92 Nm pada 7.000 rpm. Angka tersebut cukup untuk melibas medan aspal maupun tanah tanpa kehilangan karakter khas Ducati.
Rangka Monokok Khusus, Akses Filter Udara Lebih Gampang
DesertX V2 menggunakan dedicated monocoque chassis yang dirancang khusus untuk model ini. Rangka anyar diklaim meningkatkan efisiensi ruang dan memudahkan akses ke komponen vital seperti airbox atau filter udara. Subframe belakang tipe trellis juga dipakai untuk memudahkan perawatan mesin dan menekan biaya servis.
Di sektor kaki-kaki, suspensi depan KYB USD 46 mm dan monoshock belakang KYB sama-sama fully adjustable dengan travel 230 mm depan dan 220 mm belakang—cocok untuk medan berat sekaligus menjaga stabilitas di kecepatan tinggi.
Desain Rally dengan Ergonomi yang Diperbaiki
Tampilan DesertX V2 masih mempertahankan DNA rally yang kental. Namun Ducati melakukan