LANGKAT — Warga tiga lingkungan di Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, kini tak perlu lagi memutar jauh untuk saling mengunjungi atau mengangkut barang. Jembatan gantung sepanjang 40 meter dengan lebar 1,5 meter yang dibangun Kodim 0203/Langkat bersama masyarakat setempat telah rampung 100 persen dan siap difungsikan.
Proyek ini dikerjakan secara bertahap mulai dari pembangunan fondasi, pemasangan konstruksi utama, perakitan besi ulir dan plat baja, hingga pengecatan akhir. Personel TNI dan warga bahu-membahu menggunakan peralatan seperti mesin las, mesin gerinda, mesin pemotong besi, mesin molen, genset, dan perancah kerja.
Material Konstruksi dan Proses Pengerjaan
Material yang digunakan dalam pembangunan jembatan meliputi semen, pasir, batu split, batu mangga, besi ulir, plat baja, besi H, besi L, kawat beton, dan material pendukung lainnya. Seluruh tahapan pekerjaan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga mencapai progres penuh.
Jembatan ini menjadi akses vital yang memperlancar mobilitas antarlingkungan. Sebelumnya, warga harus menempuh jalur lebih panjang untuk menjangkau pasar, sekolah, atau fasilitas kesehatan di lingkungan lain.
Dampak Langsung: Ekonomi dan Mobilitas Warga
Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy, S.I.P., menegaskan bahwa jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan warga. “Kehadirannya akan mempermudah mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, serta mempererat hubungan antarwilayah yang sebelumnya terkendala akses,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Pembangunan infrastruktur ini sejalan dengan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada pembangunan fasilitas publik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hingga ke daerah. Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci rampungnya proyek tepat waktu.
Kemanunggalan TNI-Rakyat di Wilayah Terpencil
Kolonel Sandy menambahkan, TNI AD melalui satuan teritorial akan terus hadir dan berkontribusi dalam setiap upaya pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Jembatan ini wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat,” katanya.
Dengan selesainya jembatan gantung ini, warga Lingkungan VII Basuki, Lingkungan VI Kampung Rel, dan Lingkungan VIII Undian kini memiliki akses yang lebih pendek, aman, dan efisien untuk aktivitas sehari-hari. Pemerintah daerah diharapkan dapat merawat infrastruktur ini agar manfaatnya berkelanjutan.