SUMATERA UTARA — Susanna Hoffs, vokalis band The Bangles, merilis album solo bertajuk The List yang berisi lagu-lagu orisinal pertamanya setelah 14 tahun. Album ini lahir dari buku catatan kulit berisi daftar nama mantan kekasih yang ia tulis sejak remaja pada era 1970-an. Proyek personal ini menggabungkan nostalgia masa muda dengan karier musiknya yang membentang lebih dari empat dekade.
Buku catatan itu bukan sembarang diary. Sejak usia 17 tahun, Hoffs mulai mencatat nama setiap pria yang pernah ia kencani. Kebiasaan itu berlanjut hingga ia menjadi bintang rock pada era 1980-an lewat hits seperti "Manic Monday" dan "Walk Like an Egyptian".
Dari Buku Catatan ke Album
Hoffs mengaku daftar nama dalam buku itu cukup beragam. "Ada beberapa aktor. Beberapa brengsek, sebenarnya," ujarnya sambil tertawa saat ditemui di sebuah hotel mewah di New York City. Ia bahkan memberi tanda angka "1" atau "2" untuk menandai hubungan yang hanya berlangsung singkat.
Proses rekaman The List dilakukan di ruang tamu rumahnya sendiri. Ia dibantu produser CJ Camerieri, yang pernah bekerja dengan Bon Iver, Phoebe Bridgers, dan Paul Simon. Menurut Hoffs, rumahnya punya akustik terbaik dan suasana paling nyaman untuk merekam album yang begitu personal.
Jay Roach, Nama Terakhir di Daftar
Daftar nama dalam buku catatan Hoffs berhenti pada satu nama yang ditulis dengan huruf kapital: Jay Roach. Ia bertemu sutradara Hollywood itu lewat kencan buta dan menikah pada 1993. Roach dikenal lewat film Austin Powers, di mana Hoffs tampil sebagai bagian dari band Ming Tea.
Menyanyikan tentang suaminya di album baru ternyata bukan perkara mudah. "Nama belakangnya Jay. Aku harus menahan diri saat sampai di baris, 'You were the last one on my list'," kata Hoffs. Ia mengaku tenggorokannya sering tercekat setiap kali menyanyikan bagian itu.
Warisan The Bangles
The Bangles adalah fenomena unik di era 1980-an. Band garage rock indie asal California ini sukses menembus pasar pop dengan harmoni vokal ala Rubber Soul dan gitar jangly khas dekade 60-an. Mereka juga tampil dengan gaya glam 80-an, termasuk rambut besar.
"Kami punya estetika thrift-store. Kami berusaha menyeret gaya 60-an ke era 80-an," ujar Hoffs. Ia menyebut The Go-Go's sebagai band yang lebih polished, sementara The Bangles memilih jalur lebih scrappy. Meski demikian, formula itu berhasil membuat mereka menonjol di MTV.
Album debut mereka, All Over the Place, dirilis pada 1984 dan menggabungkan rock flower-power dengan tendangan gitar postpunk. Lagu "Hero Takes a Fall" yang ditulis Hoffs bersama gitaris Vicki Peterson langsung meledak di MTV dan membuka jalan bagi kesuksesan berikutnya.
Empat dekade setelah The Bangles pertama kali menembus tangga lagu, Hoffs akhirnya siap menceritakan kisahnya sendiri. The List menjadi bukti bahwa daftar nama dari masa muda bisa berubah menjadi karya yang layak dikenang.