TANJUNGBALAI — Kunjungan tim evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara ke Kelurahan Bunga Tanjung menjadi bagian dari rangkaian penilaian Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat tingkat provinsi tahun 2026. Kelurahan tersebut sebelumnya telah ditetapkan masuk nominasi tahap evaluasi bersama sejumlah wilayah lain di Sumut.
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menyambut langsung kedatangan tim di lokasi. Ia menilai penilaian LBS bukan sekadar ajang lomba antarwilayah, melainkan momentum memperkuat kolaborasi antara TP PKK Provinsi, TP PKK Kota Tanjungbalai, dan warga.
Kebersihan Lingkungan Dinilai Berdampak pada Kualitas Hidup Warga
Fadly menyebut kebersihan lingkungan berkaitan erat dengan upaya mencegah penyakit dan menciptakan tempat tinggal yang aman bagi keluarga. Menurutnya, tanggung jawab menjaga kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
"Menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama yang membutuhkan kesadaran, partisipasi dan kepedulian seluruh masyarakat," kata Fadly.
Ia berharap evaluasi LBS mendorong kesadaran warga dalam pengelolaan sampah, pemeliharaan sanitasi, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong di tingkat kelurahan.
Kelurahan Bunga Tanjung Masuk Nominasi Tahap Evaluasi
Ketua TP PKK Kota Tanjungbalai Ny. Mashandayani Mahyaruddin menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kelurahan Bunga Tanjung, khususnya kader LBS, serta organisasi perangkat daerah terkait. Kontribusi mereka membuat kelurahan tersebut masuk tahap evaluasi Lomba LBS TP PKK Provinsi Sumut.
"PKK Kota Tanjungbalai menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kelurahan Bunga Tanjung, khususnya kader LBS, OPD terkait dan semua pihak atas kontribusinya dalam kegiatan lomba LBS sehingga saat ini masuk tahap evaluasi," katanya.
Mashandayani mengajak seluruh kader PKK, mulai tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga Dasa Wisma, menyebarluaskan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Penerapan STBM dinilai penting untuk memperluas akses sanitasi layak dan air minum aman, sekaligus mencegah penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan stunting.
Lima Pilar STBM Jadi Fokus Pembinaan Kader PKK
Tim TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Rina Hafni Lubis, menempatkan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat yang menjadi ujung tombak perubahan. Lingkungan bersih dan sehat dinilai berkontribusi menekan angka kesakitan dan penyebaran penyakit.
"Lingkungan bersih dan sehat bisa menekan angka kesakitan dan penyebaran penyakit. Kami berharap lomba ini jadi momentum memperbaiki lingkungan bersih dan sehat. Yang penting, bagaimana menciptakan lingkungan bersih di semua keluarga. Sehingga status kesehatan kita dapat meningkat," katanya.
Fadly menambahkan, keberhasilan LBS tidak hanya ditentukan hasil evaluasi, tetapi juga konsistensi warga menjaga lingkungan setelah kegiatan selesai. Upaya mewujudkan lingkungan bersih, sehat, dan nyaman disebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Tanjungbalai, Tanjungbalai EMAS, Elok, Maju, Agamais dan Sejahtera.
Evaluasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai penilaian, tetapi menjadi sarana pembinaan dan motivasi bagi masyarakat mempertahankan kebiasaan hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi masukan perbaikan program kerja PKK ke depan.