Pencarian

Bursa Asia Menguat Enam Hari Beruntun, Saham Teknologi Ditopang Permintaan AI

Rabu, 23 September 2026 • 09:05:01 WIB
Bursa Asia Menguat Enam Hari Beruntun, Saham Teknologi Ditopang Permintaan AI
Indeks saham Asia menguat untuk hari keenam berturut-turut pada perdagangan Rabu.

SUMATERA UTARA — Indeks saham Asia kembali menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026), membukukan kenaikan hari keenam secara berturut-turut. Penguatan dipimpin saham teknologi seiring meningkatnya permintaan konsumen terhadap aplikasi berbasis kecerdasan buatan, sementara harga minyak melemah setelah Arab Saudi kembali mengoperasikan East-West Pipeline dan melanjutkan ekspor dari pelabuhan Yanbu.

Reuters melaporkan, pengoperasian kembali East-West Pipeline milik Arab Saudi dan kemungkinan dilanjutkannya ekspor dari pelabuhan Laut Merah, Yanbu, menambah pasokan minyak ke pasar global. Kondisi itu menekan harga minyak di sesi perdagangan Asia, sekaligus mengalihkan sebagian arus dana ke aset berisiko termasuk saham teknologi.

Permintaan Aplikasi AI Jadi Motor Utama

Permintaan konsumen terhadap aplikasi berbasis kecerdasan buatan meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan itu mendorong ekspektasi pendapatan emiten teknologi di kawasan Asia, terutama perusahaan yang bergerak di sektor semikonduktor, komputasi awan, dan perangkat lunak.

Sentimen tersebut mengangkat indeks teknologi di beberapa bursa utama Asia. Kenaikan hari keenam ini memperpanjang reli yang sudah berjalan sejak pekan sebelumnya, meski volume perdagangan belum sepenuhnya pulih ke level rata-rata tahunan.

Ketegangan AS-Iran Masih Jadi Bayangan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pembicaraan dengan Iran di New York telah menunjukkan kemajuan. Pernyataan itu sempat memberi harapan pasar bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah bisa mereda.

Namun, Trump kemudian mengancam akan "melenyapkan" Iran jika kesepakatan tidak tercapai. Ancaman tersebut membuat pelaku pasar menahan posisi di aset berisiko tinggi, terutama yang terkait energi dan pengiriman.

Harga Minyak Tertekan Tambahan Pasokan

Kembalinya operasional East-West Pipeline menambah volume minyak yang masuk ke pasar. Arab Saudi kemungkinan telah melanjutkan ekspor dari Yanbu, pelabuhan utama di Laut Merah, yang selama ini menjadi jalur alternatif ketika Selat Hormuz berisiko terganggu.

Tambahan pasokan dari Timur Tengah membuat harga minyak melemah di sesi Asia. Pelemahan itu memberi ruang bagi investor untuk kembali masuk ke saham teknologi yang sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran inflasi energi.

Dampak ke Pasar Indonesia

Penguatan bursa Asia berpotensi memberi sentimen positif bagi IHSG pada perdagangan berikutnya. Saham teknologi dan perbankan di BEI biasanya merespons pergerakan indeks regional, terutama jika arus dana asing kembali masuk ke pasar emerging.

Namun, pelaku pasar domestik perlu mencermati perkembangan pembicaraan AS-Iran. Eskalasi mendadak bisa membalik arah arus dana asing dalam waktu singkat, terutama jika harga minyak kembali melonjak.

Yang Perlu Dicermati Investor

  • Keberlanjutan reli saham teknologi Asia bergantung pada realisasi pendapatan dari aplikasi AI, bukan sekadar ekspektasi.
  • Harga minyak berpotensi tetap lemah selama pasokan dari Yanbu mengalir normal.
  • Ancaman Trump terhadap Iran menjadi risiko utama yang bisa membatalkan kenaikan enam hari berturut-turut.
  • Arus dana asing ke pasar Asia, termasuk Indonesia, akan sangat dipengaruhi arah pembicaraan AS-Iran dalam beberapa hari ke depan.

Bursa Asia kini menanti konfirmasi lanjutan dari pertemuan di New York. Tanpa kejelasan, reli enam hari ini rawan koreksi teknikal jangka pendek.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks