Pencarian

El Nino Ancam PLTA PLN NP, Pasokan Listrik Disiapkan dari PLTU

Kamis, 24 September 2026 • 11:34:31 WIB
El Nino Ancam PLTA PLN NP, Pasokan Listrik Disiapkan dari PLTU
PLN NP memperingatkan produksi listrik dari PLTA berpotensi turun hingga hampir 40 persen akibat El Nino.

SUMATERA UTARA — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperingatkan produksi listrik dari PLTA bisa turun hingga hampir 40 persen akibat fenomena El Nino yang menurunkan debit air dan menyusutkan volume waduk. Sekretaris Perusahaan PLN NP Hamidi Hamid menyatakan pembangkit berbasis air menjadi yang paling rentan karena bergantung penuh pada ketersediaan air. PLN NP menyiapkan pembangkit fosil, tenaga bayu, hingga modifikasi cuaca agar pasokan listrik ke pelanggan tetap andal.

PLTA Cirata di Jawa Barat menjadi salah satu pembangkit besar yang dipantau ketat. Di Sulawesi Selatan, PLN NP mengelola PLTA Bakaru berkapasitas 217 MW. "PLTA-PLTA kami banyak di Jawa, ada Cirata yang besar. Sejauh ini masih oke. Kemudian yang di Sulawesi," ujar Hamidi saat ditemui di Electricity Connect 2026, Rabu (23/9).

Penurunan Daya Capai Hampir 40 Persen

Hamidi menyebut penurunan daya PLTA akibat keterbatasan debit air bisa mencapai hampir 40 persen. Besaran penurunan sangat bergantung pada kondisi masing-masing waduk. "Sebenarnya PLTA terutama. Ini kan karena masalah air, ketersediaan air. Nanti beberapa tempat memang surut," katanya.

PLTA menjadi jenis pembangkit paling terdampak El Nino karena sangat bergantung pada ketersediaan air. Kondisi ini memaksa PLN NP menyiapkan sejumlah langkah mitigasi agar pasokan listrik tidak terganggu.

Modifikasi Cuaca hingga Optimasi PLTU

PLN NP menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk membantu menjaga ketersediaan air di waduk. "Nah, ini kami juga lakukan teknologi modifikasi cuaca yang bisa setidaknya membantu mengisi kembali waduk-waduk yang ada di Cirata terdampak," kata Hamidi.

Selain menjaga pasokan air, perusahaan menyiapkan strategi diversifikasi pembangkit. Pembangkit berbasis fosil akan dioptimalkan untuk menjaga keandalan pasokan listrik. "Ya, kita pertama sekali mengoptimalkan pembangkit-pembangkit fosil terutama PLTU, gas turbine, kemudian gas engine, kemudian gas diesel," jelasnya.

Langkah ini menempatkan PLTU sebagai penopang utama ketika produksi PLTA menurun. Gas turbine, gas engine, hingga gas diesel disiapkan sebagai lapisan berikutnya untuk memastikan listrik tetap mengalir ke pelanggan.

Tenaga Bayu Jadi Andalan di Sulawesi

Di wilayah Sulawesi, PLN NP akan mengoptimalkan pembangkit berbasis energi angin atau tenaga bayu. Dua Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) sudah masuk dalam jaringan PLN di Sulawesi bagian selatan, yakni PLTB Sidrap berkapasitas 75 MW dan PLTB Tolo (Jeneponto) berkapasitas 72 MW.

"Kemudian kita utamakan terkait dengan kalau di Sulawesi ada wind power, ya. Tenaga bayu, ya. Nah, itu kita utamakan, kita optimalkan," pungkas Hamidi.

Kombinasi modifikasi cuaca, optimasi pembangkit fosil, dan tenaga bayu menjadi jaring pengaman PLN NP menghadapi El Nino. Bagi pelanggan, keberhasilan mitigasi ini menentukan apakah pasokan listrik tetap stabil saat debit air waduk terus menyusut.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks