Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, selama sepekan terakhir dan membuat sejumlah warga mengalami sesak napas serta mata perih. Kondisi ini terlihat jelas pada Kamis (1/10) pagi, dengan kualitas udara dikhawatirkan sangat tidak sehat terutama pukul 06.30 hingga 09.00 WIB. Asap diduga kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di provinsi tetangga yang terbawa pergerakan angin.
PADANGSIDIMPUAN — Kabut asap yang menyelimuti Kota Padangsidimpuan dalam sepekan terakhir membuat sejumlah perbukitan dan Gunung Lubuk Raya yang biasanya terlihat jelas kini tampak samar. Pekatnya asap juga berdampak langsung pada kesehatan warga, dengan keluhan sesak napas dan mata perih mulai muncul.
Rizal (30), warga Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, mengaku sudah dua kali mengalami sesak napas akibat kabut asap. Keluhan serupa sebelumnya ia rasakan beberapa minggu lalu.
"Berharap pemerintah itu turun kembali, dan sisir sejumlah tempat termaksud sekolah untuk membagikan masker kepada sejumlah peserta didik," ujar Rizal.
Asap Diduga Kiriman dari Karhutla Provinsi Tetangga
Asap diduga berasal dari wilayah provinsi tetangga yang tengah mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Partikel asap terbawa pergerakan angin hingga masuk ke wilayah Kota Padangsidimpuan.
Pekatnya kabut paling terasa pada pagi hari, sekitar pukul 06.30 hingga 09.00 WIB. Pada rentang waktu itu, kualitas udara dikhawatirkan berada pada level sangat tidak sehat bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Keluhan Kesehatan Warga Mulai Bermunculan
Keluhan sesak napas dan mata perih yang dialami Rizal menandakan dampak kabut asap sudah dirasakan langsung di tingkat rumah tangga. Ia berharap pemerintah kembali turun ke lapangan menyisir sejumlah lokasi, termasuk sekolah, untuk membagikan masker kepada peserta didik.
Pembagian masker di sekolah dinilai penting karena anak-anak termasuk kelompok paling rentan terpapar partikel asap. Aktivitas belajar pagi hari bertepatan dengan periode puncak pekatnya kabut di Kota Padangsidimpuan.
Gunung Lubuk Raya Tampak Samar
Selain berdampak pada kesehatan, kabut asap mengubah jarak pandang di sejumlah titik kota. Perbukitan dan Gunung Lubuk Raya yang biasa menjadi penanda lanskap Padangsidimpuan kini tertutup kabut.
Kondisi itu terlihat jelas pada Kamis (1/10) pagi. Warga yang biasa melihat kontur perbukitan dari kejauhan kini hanya melihat lapisan asap yang menutupi pandangan.
Warga Berharap Pemerintah Turun Tangan
Harapan warga saat ini tertuju pada langkah pemerintah daerah untuk menekan dampak kabut asap. Distribusi masker ke sekolah dan permukiman menjadi salah satu permintaan yang muncul dari warga terdampak.
Sejauh ini, kabut asap masih menyelimuti wilayah Kota Padangsidimpuan tanpa tanda mereda. Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan pada pagi hari selama kondisi udara belum membaik.