Pencarian

Pompa Air Tenaga Surya di Samosir Aliri 82 Hektare Sawah, 749 Petani Kini Bisa Tanam Lebih Sering

Minggu, 04 Oktober 2026 • 16:32:01 WIB
Pompa Air Tenaga Surya di Samosir Aliri 82 Hektare Sawah, 749 Petani Kini Bisa Tanam Lebih Sering
Peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) Sibonor Ompu Ratus di Samosir, Sumatera Utara.

SAMOSIR — Peresmian fasilitas itu dilakukan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo bersama Bupati Samosir Vandiko T. Gultom. Turut hadir Deputy Development Director UKFCDO di Jakarta Freddie Brunt, sejumlah direktur di lingkungan Kementerian PPN/Bappenas, Kepala Bapperida Sumatera Utara Dikky Anugerah, serta perwakilan Kementerian Dalam Negeri dan Forkopimda Samosir.

PATS Sibonor Ompu Ratus bekerja dengan memanfaatkan energi matahari untuk menggerakkan pompa yang menyedot air dari Danau Toba. Air kemudian dialirkan lewat jaringan distribusi menuju lahan persawahan warga. Pada kondisi penyinaran matahari optimal, fasilitas berkapasitas 69,3 kilowatt itu mampu memasok sekitar 1.700 hingga 1.900 meter kubik air per hari.

Dari Sekali Setahun Menjadi Tiga Kali Panen

Selama ini, sawah tadah hujan di kawasan tersebut hanya bisa ditanami sekali dalam setahun. Pasokan air yang kini lebih terjamin membuka peluang frekuensi tanam meningkat. Produksi padi yang sebelumnya sekitar 50 ton per tahun diproyeksikan naik menjadi 150 ton per tahun.

Pergantian pompa berbahan bakar fosil dengan energi surya juga diproyeksikan menekan emisi sekitar 10,18 ton CO2e per tahun. Kementerian PPN/Bappenas menyebut penggunaan PATS memangkas biaya operasional irigasi petani karena tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak.

Kemitraan Indonesia-Inggris di Balik Proyek Ini

Pembangunan PATS merupakan bagian dari kemitraan strategis Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Inggris untuk mendorong pembangunan rendah karbon. Teguh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Inggris atas dukungan sejak tahap perencanaan hingga implementasi.

Apresiasi juga diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemkab Samosir, pemerintah desa, pengurus P3A-PATS Mual Hangoluan, serta para petani yang menjaga keberlanjutan fasilitas tersebut. Menurutnya, keberadaan PATS di Samosir memperlihatkan keterkaitan antara ketahanan pangan, ketahanan energi, dan kelestarian lingkungan.

"Energi matahari dialirkan menjadi energi penggerak pompa air menuju sawah dan ladang masyarakat. Ketersediaan air yang pasti dan terencana membuka peluang bagi masyarakat untuk mengelola lahan dengan ketepatan waktu, mengurangi pengeluaran operasional dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian," ujarnya.

Indikator Makro Samosir yang Disorot Bappenas

Teguh turut menyoroti sejumlah indikator makro Kabupaten Samosir. Pertumbuhan ekonomi daerah itu berada di kisaran 5 persen, angka kemiskinan 11,63 persen, dan tingkat pengangguran terbuka 0,89 persen.

"Keberhasilan proyek ini melengkapi berbagai pencapaian makro dari Kabupaten Samosir. Kita menyaksikan Samosir mencatatkan tren pertumbuhan ekonomi yang positif dan stabil di kisaran 5 persen, berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 11,63 persen serta menurunkan tingkat pengangguran terbuka hingga mencapai 0,89 persen," ungkap Teguh.

PATS Pakpahan Menyusul, Target 903 Petani

Keberhasilan PATS Sibonor Ompu Ratus menjadi pembelajaran untuk pembangunan fasilitas serupa di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu. PATS Pakpahan dirancang mengairi sekitar 73 hektare sawah tadah hujan dengan penerima manfaat sekitar 903 petani.

Produksi padi di kawasan itu diproyeksikan meningkat dari 96 ton menjadi sekitar 288 ton per tahun. Potensi penurunan emisinya mencapai sekitar 7,32 ton CO2e per tahun.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: topmetro.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks