Pencarian

Harga Bensin Indonesia Disebut Paling Murah di ASEAN, Ini Datanya

Rabu, 07 Oktober 2026 • 14:03:31 WIB
Harga Bensin Indonesia Disebut Paling Murah di ASEAN, Ini Datanya
Harga bensin Indonesia tercatat paling murah dibanding negara-negara ASEAN lainnya berdasarkan data pemantauan harga energi global.

SUMATERA UTARA — Harga bensin Indonesia tercatat paling murah dibanding negara-negara ASEAN lainnya berdasarkan perbandingan harga bahan bakar di kawasan tersebut. Selisihnya cukup jauh dari Malaysia, Filipina, hingga Singapura yang selama ini dikenal memiliki harga BBM tinggi. Posisi ini membuat beban biaya bahan bakar kendaraan di Indonesia relatif lebih ringan bagi konsumen.

Perbandingan harga bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Asia Tenggara menempatkan Indonesia pada posisi terendah. Data tersebut dirangkum dari pantauan harga bensin di sejumlah negara ASEAN yang rutin dipublikasikan lembaga pemantau energi global.

Selisih harga ini menjadi gambaran nyata bagaimana kebijakan subsidi dan penetapan harga BBM di tiap negara berbeda-beda. Indonesia, dengan skema subsidi untuk jenis bahan bakar tertentu, membuat harga jual di SPBU tetap terkendali.

Perbandingan Harga Bensin di Beberapa Negara ASEAN

Dari data yang dihimpun, harga bensin di Indonesia berada di bawah negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura. Berikut gambaran posisinya:

  • Indonesia menempati posisi terendah dalam perbandingan harga bensin di ASEAN
  • Malaysia berada di atas Indonesia meski juga menerapkan subsidi bahan bakar
  • Filipina dan Thailand memiliki harga bensin lebih tinggi karena mengikuti harga pasar dunia
  • Singapura menjadi salah satu negara dengan harga bensin termahal di kawasan

Perbedaan ini tidak lepas dari kebijakan energi masing-masing negara. Malaysia misalnya menerapkan subsidi terbuka untuk RON95, sementara Filipina dan Thailand membiarkan harga mengikuti mekanisme pasar.

Mengapa Harga Bensin Indonesia Bisa Lebih Murah

Skema subsidi yang ditanggung anggaran negara menjadi faktor utama. Pemerintah menetapkan harga jual jenis BBM tertentu seperti Pertalite dan Solar subsidi di bawah harga keekonomian, sehingga konsumen membayar lebih murah dari nilai pasar sebenarnya.

Selain itu, produksi dalam negeri dari kilang Pertamina turut menekan biaya distribusi. Meski sebagian bahan bakar masih diimpor, komponen biaya logistik antar-pulau ditanggung melalui mekanisme harga yang seragam.

Kebijakan ini punya konsekuensi fiskal. Setiap tahun anggaran subsidi dan kompensasi energi dialokasikan untuk menutup selisih harga, jumlahnya bergantung pada volume konsumsi dan harga minyak dunia.

Dampak ke Konsumen dan Pasar Otomotif

Bagi pemilik kendaraan, harga bensin yang lebih murah berarti biaya operasional harian lebih ringan. Ini juga memengaruhi pilihan konsumen di pasar otomotif, terutama untuk kendaraan bermesin bensin yang masih mendominasi penjualan.

Pabrikan otomotif memanfaatkan kondisi ini untuk mendorong penjualan model bermesin konvensional. Meski tren kendaraan listrik mulai tumbuh, kendaraan berbahan bakar bensin tetap menjadi pilihan utama karena infrastruktur pengisian daya belum merata.

Namun, posisi harga murah ini sensitif terhadap fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Jika kedua faktor itu berubah signifikan, pemerintah bisa menyesuaikan kebijakan harga BBM.

Catatan soal Perbandingan Antarnegara

Perbandingan harga bensin antarnegara perlu dibaca hati-hati. Setiap negara punya struktur pajak, subsidi, dan biaya distribusi berbeda. Singapura misalnya membebani pajak besar pada bahan bakar untuk menekan konsumsi dan mendorong transportasi publik.

Negara seperti Brunei dan Malaysia punya karakteristik berbeda lagi karena statusnya sebagai produsen minyak. Brunei bahkan menjual bensin jauh lebih murah karena produksi dalam negeri melimpah dan populasi kecil.

Karena itu, klaim "termurah di ASEAN" biasanya merujuk pada kelompok negara tertentu atau periode pemantauan tertentu. Angka bisa berubah mengikuti dinamika harga minyak global dan kebijakan domestik masing-masing negara.

Yang jelas, posisi harga bensin Indonesia saat ini masih menguntungkan konsumen dibanding mayoritas negara tetangga. Selama subsidi dipertahankan, selisih itu akan tetap ada meski besarnya bisa berubah.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks