Pencarian

Kabut Asap Lintas Batas Selimuti Medan, ISPU Pinang Baris Masuk Kategori Tidak Sehat

Rabu, 14 Oktober 2026 • 14:02:31 WIB
Kabut Asap Lintas Batas Selimuti Medan, ISPU Pinang Baris Masuk Kategori Tidak Sehat
Kabut asap lintas batas menyelimuti kawasan Jalan Pinang Baris, Medan Sunggal, dengan ISPU 136 kategori Tidak Sehat.

MEDAN — Pemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup memantau perkembangan kualitas udara di sejumlah titik kota menyusul sebaran kabut asap lintas batas yang terbawa angin ke wilayah Sumatera Utara. Pemantauan dilakukan menggunakan Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (AQMS) yang tersebar di beberapa kawasan.

Hasil pemantauan per 14 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB menunjukkan perbedaan kualitas udara antarwilayah. Kawasan Jalan Pinang Baris, Medan Sunggal, tercatat paling terdampak dengan ISPU 136 atau kategori Tidak Sehat. Adapun Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Medan Johor, berada pada kategori Sedang dengan ISPU 83.

Polutan Dominan PM2.5 di Pinang Baris

Data AQMS mencatat polutan dominan di kawasan Jalan Pinang Baris adalah PM2.5 dengan angka 136. Disusul PM10 sebesar 84 dan SO2 sebesar 58.

Di Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, polutan dominan adalah PM10 dengan angka 83. Perbedaan jenis polutan ini menunjukkan karakter sebaran asap yang tidak merata di tiap kawasan kota.

Zona Biru dan Zona Kuning, Apa Artinya bagi Warga

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, menjelaskan bahwa zona biru menunjukkan kualitas udara yang masih dapat diterima bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan. Sementara itu, zona kuning menandakan kondisi udara yang dapat merugikan kesehatan.

"Merespons kondisi tersebut, Melvi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat udara tampak pekat atau jarak pandang menurun," demikian disampaikan dalam keterangan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan.

Warga juga disarankan menggunakan masker standar jika terpaksa beraktivitas di luar rumah. Imbauan ini berlaku terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat gangguan pernapasan.

Asap Kiriman dari Karhutla Wilayah Lain

Melvi menyebutkan, sebaran kabut asap lintas batas tersebut berasal dari wilayah lain di Pulau Sumatera yang terbawa angin. Kondisi ini berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah pulau tersebut.

Faktor cuaca dan pergerakan angin turut memengaruhi intensitas asap yang masuk ke Medan. Karena itu, pemantauan kualitas udara terus menjadi perhatian menyusul perubahan kondisi udara yang dinamis.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan belum menyampaikan berapa lama kondisi ini diperkirakan berlangsung. Warga diminta memantau informasi resmi dari Pemko Medan sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarmedan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks