MEDAN — Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kota Medan menurunkan alat berat untuk mendukung pembersihan aliran drainase dan pinggiran sungai di Kecamatan Medan Baru. Gotong royong yang berlangsung meski hujan deras itu menjadi pembuka rangkaian Sapa Warga bersama Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas.
Kegiatan yang semula dijadwalkan di ruang terbuka akhirnya digelar di dalam ruangan karena kondisi cuaca. Selain menyerap aspirasi, acara itu diisi penyerahan santunan jaminan kematian dan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, bantuan 50 meja untuk guru magrib mengaji, serta 30 perlengkapan sekolah bagi anak yatim.
Penghargaan untuk Camat Medan Baru dan Lurah Merdeka
Rico menyerahkan piagam penghargaan kepada Camat Medan Baru Frans Seno R.H. Siahaan dan Lurah Merdeka Daniel Pardamean Panggabean. Dana apresiasi juga diberikan kepada kepala lingkungan dengan capaian perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tertinggi di kecamatan tersebut.
Dialog dibagi tiga sesi agar setiap warga mendapat kesempatan menyampaikan aspirasi. Hadir mendampingi Wali Kota, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin Fachrurrazi yang juga Inspektur Kota Medan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Citra Effendi Capah, sejumlah pimpinan perangkat daerah, para lurah, dan kepala lingkungan.
Guru Magrib Mengaji Kehilangan Insentif, PKH Terkendala Data PNS Menantu
Seorang warga mengeluhkan insentif guru magrib mengaji yang tidak lagi diterima. Pengajuan Program Keluarga Harapan (PKH) miliknya juga tersendat karena data masih mencatat menantunya berstatus PNS, padahal yang bersangkutan telah meninggal dunia. Warga itu kini tinggal seorang diri dalam satu Kartu Keluarga dan mengandalkan bantuan seadanya dari anak-anaknya.
Rico memerintahkan Dinas Sosial bersama lurah setempat melakukan verifikasi faktual terhadap kondisi keluarga dan desil kemiskinan warga tersebut. Perangkat kelurahan diminta mendatangi rumahnya untuk membantu melengkapi berkas administrasi, sekaligus mencatat kembali statusnya sebagai guru mengaji dalam pendataan anggaran 2027.
Bedah Rumah Warisan yang Kerap Terendam Banjir
Erliana Boru Damanik menyampaikan harapan agar rumahnya mendapat bantuan bedah rumah. Bangunan warisan mertuanya itu kerap terdampak banjir dan kondisinya memprihatinkan. Penyelesaian hak dengan tiga saudara suaminya disebut telah dilakukan secara kekeluargaan dan didukung surat serta kuitansi.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Erliana berharap rumahnya diperbaiki agar bisa kembali berjualan menghidupi tiga cucunya yang telah yatim piatu. Rico meminta camat, lurah, dan kepala lingkungan memeriksa kelengkapan dokumen hak waris. Bila seluruh persyaratan terpenuhi, proses bedah rumah dijadwalkan pada 2027 tanpa pungutan biaya tambahan.
Perawatan Jalan Dikerjakan Pekan Berikutnya
Keluhan soal infrastruktur direspons dengan kepastian bahwa perawatan jalan akan dikerjakan mulai pekan berikutnya. Rico menegaskan warga tetap dapat menyampaikan persoalan kepada perangkat daerah meski kegiatan Sapa Warga telah berakhir.
Ia juga mengingatkan lurah dan kepala lingkungan agar aktif memantau kondisi wilayah, terutama persoalan banjir dan pelayanan publik. Aparat kewilayahan diminta tidak hanya menunggu laporan, tetapi memastikan masyarakat mudah menemui lurah, berkomunikasi dengan petugas, dan mengurus kebutuhan administrasi.
"Layani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Pagi, siang, dan malam harus siap ketika warga membutuhkan. Jadilah sahabat dan keluarga bagi masyarakat," pesan Wali Kota.