MEDAN — Kepala OJK Sumut sekaligus Pengarah Forkom IJK Sumut, Triyoga Laksito, menyatakan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk memperluas akses keuangan. Menurutnya, sinergi itu juga penting untuk membudayakan menabung serta meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan keuangan secara aman dan bijak.
Pernyataan Triyoga disampaikan melalui siaran tertulis Humas OJK Sumut, Selasa (20/10/2026), merespons capaian transaksi dalam kegiatan edukasi dan layanan keuangan di tiga kabupaten tersebut.
900 Peserta dari UMKM hingga Mahasiswa
Kegiatan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2026 itu menyasar 900 peserta. Komposisinya terdiri dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mahasiswa.
Pemilihan dua kelompok peserta itu bukan tanpa alasan. Pelaku UMKM didorong memperluas akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha, sementara mahasiswa diarahkan mengenal layanan keuangan formal sejak dini.
OJK dan Forkom IJK Sumut menekankan agar peserta memahami serta memanfaatkan layanan keuangan formal sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Bukan sekadar mengenal produk, tetapi juga menggunakannya secara bijak.
158 Transaksi Terbentuk dari Edukasi dan Layanan Langsung
Dari 158 transaksi senilai Rp513,29 juta, angka itu terhimpun selama tiga hari pelaksanaan di Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas, dan Deli Serdang. Rentang 14-16 Oktober 2026 menjadi periode pencatatan seluruh transaksi.
Transaksi tersebut muncul dari layanan keuangan yang dibuka langsung dalam kegiatan edukasi. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dapat membuka rekening, mengakses pembiayaan, atau memanfaatkan produk keuangan lain di tempat.
Perluasan akses pembiayaan lewat kegiatan semacam ini diharapkan mendukung pengembangan usaha pelaku UMKM. Dampak lanjutannya, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Mengapa Inklusi Keuangan Jadi Prioritas di Sumut
Bulan Inklusi Keuangan 2026 menjadi kanal OJK dan Forkom IJK Sumut menjangkau daerah yang akses layanan keuangannya belum merata. Tiga kabupaten yang dipilih mewakili wilayah dengan kebutuhan pembiayaan usaha yang masih terbuka.
Forkom IJK Sumut sendiri menghimpun industri jasa keuangan yang beroperasi di provinsi ini. Kolaborasi lintas lembaga itu memungkinkan layanan keuangan hadir lebih dekat ke masyarakat, termasuk di luar kota besar.
Bagi pelaku UMKM, kehadiran layanan keuangan formal membuka pilihan pendanaan selain sumber informal. Bagi mahasiswa, pemahaman produk keuangan sejak awal menjadi bekal mengelola keuangan pribadi.
OJK Sumut belum merinci jadwal lanjutan kegiatan setelah tiga kabupaten tersebut. Namun arah programnya jelas: memperluas akses keuangan, membudayakan menabung, dan mendorong pemanfaatan produk keuangan secara aman dan bijak.