37 Siswa SMKN 1 Merdeka Karo Kembali Dirawat Usai Diduga Keracunan MBG, Disdik Sumut Soroti Lama Distribusi

Penulis: Said Fauzi  •  Rabu, 16 September 2026 | 22:43:31 WIB
siswa SMKN 1 Merdeka Karo kembali dirawat di RS Ernita, Kabanjahe, setelah keluhan kesehatan belum hilang.

MEDAN — Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II melaporkan bahwa puluhan siswa yang sebelumnya sudah dipulangkan pada malam hari harus kembali masuk rumah sakit keesokan paginya karena keluhan kesehatan belum hilang. Koordinasi dilakukan setelah insiden makanan di SMK Negeri 1 Merdeka, Kabupaten Karo, pada Senin (14/9/2026).

Ketua Tim Pemantau MBG Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Fauzi Hardiansyah, menyampaikan perkembangan kondisi para siswa saat memberikan keterangan di kantor Gubernur Sumut, Rabu (16/9/2026).

"Pagi tadi kita sudah koordinasi dengan Kepala Cabang Dinas Wilayah 2, ada 37 orang yang kembali masuk untuk dirawat," ujar Fauzi.

Kondisi Siswa Mulai Membaik, Perawatan Masih Berlanjut

Seluruh siswa saat ini dirawat di Rumah Sakit Ernita, Kabanjahe. Menurut Fauzi, kondisi mereka secara umum sudah menunjukkan perbaikan dibandingkan saat pertama kali mendapat penanganan.

"Kondisinya sudah mulai membaik, tetapi masih dalam perawatan. Nanti perkembangan lebih lanjut akan kita sampaikan," katanya.

Dinas Pendidikan Sumut menyatakan terus memantau perkembangan kondisi siswa yang terdampak. Koordinasi dilakukan bersama pihak sekolah dan jajaran terkait untuk memastikan penanganan yang diperlukan berjalan lancar.

Guru Cicipi Makanan Sebelum Dibagikan, tapi Waktu Distribusi Jadi Sorotan

Insiden ini kembali mencuat setelah para siswa diduga mengalami gangguan kesehatan usai menerima makanan dalam program Makan Bergizi Gratis. Dinas Pendidikan Sumut menyoroti aspek pengawasan dalam proses distribusi makanan dari dapur penyedia hingga sampai ke sekolah.

Salah satu bentuk pengawasan yang selama ini diterapkan di sekolah adalah guru mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

"Pengawasan tetap ada, yang pastinya sebelum dimakan oleh siswa, guru terlebih dahulu ikut mencicipi makanan," jelas Fauzi.

Meski begitu, Fauzi menilai ada persoalan lain yang perlu diperhatikan, terutama berkaitan dengan lamanya waktu pengiriman makanan dari dapur menuju sekolah. Makanan yang telah selesai disiapkan di dapur membutuhkan waktu untuk didistribusikan hingga tiba di lokasi.

"Kadang-kadang waktu penyampaian makanan dari dapur ke sekolah itu terlalu lama," ungkapnya.

Evaluasi Distribusi Jadi Bagian Penting Penguatan MBG

Selain memastikan makanan memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi, pengawasan terhadap proses distribusi dinilai menjadi bagian penting yang perlu diperkuat. Dinas Pendidikan Sumut akan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait untuk memantau kondisi siswa sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pemberian makanan di sekolah.

Perkembangan kondisi 37 siswa yang kembali menjalani perawatan akan diperbarui setelah pemantauan lebih lanjut pada sore hari.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: sumutpos.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top