PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) bersama Pemerintah Desa Sei Putih, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, menggelar fogging untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dusun 8 dan kompleks perumahan karyawan Unit Riset Sungei Putih. Pengasapan menyasar permukiman warga yang berdampingan langsung dengan kawasan riset karet tersebut. Kegiatan itu melibatkan Puskesmas Galang dan Babinsa Desa Sei Putih sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
DELI SERDANG — Pengasapan atau fogging dilakukan di Dusun 8 dan kompleks perumahan karyawan Unit Riset Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN). Sasaran utamanya nyamuk Aedes aegypti dewasa yang membawa virus penyebab DBD.
Kolaborasi ini melibatkan empat pihak sekaligus: tim TJSL PT RPN, Pemerintah Desa Sei Putih, Puskesmas Galang, dan Babinsa Desa Sei Putih. Wilayah Dusun 8 dipilih karena berdampingan langsung dengan kawasan operasional Unit Riset Sungei Putih.
Babinsa Desa Sei Putih Koramil 0204-18/Galang, Ishaq Sirait, hadir mengawal jalannya pengasapan di lingkungan masyarakat dan perumahan karyawan. Kehadiran aparat kewilayahan itu memastikan fogging menjangkau titik-titik yang selama ini sulit diakses petugas.
Petugas kesehatan Puskesmas Galang, Nursusila Hayati, menyatakan pengasapan akan dilakukan rutin sebagai bagian pengendalian DBD. Menurutnya, fogging menekan populasi nyamuk dewasa secara cepat ketika ada kondisi yang butuh penanganan segera.
"Fogging merupakan salah satu langkah untuk menurunkan populasi nyamuk dewasa secara cepat. Namun, masyarakat tetap perlu menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk," ujarnya.
Kepala Dusun 8 Desa Sei Putih, Agus Salim, menyebut kegiatan itu sebagai bentuk antisipasi bahaya DBD sekaligus inisiatif kolaborasi antara pemerintah desa dan Unit Riset Sungei Putih. Menurutnya, posisi Desa Sei Putih yang berdampingan dengan kawasan riset menjadi alasan pentingnya kerja sama tersebut dibangun.
"Kegiatan ini merupakan bentuk antisipasi terhadap bahaya DBD sekaligus inisiatif kolaborasi antara pemerintah desa dengan pihak Unit Riset Sungei Putih yang wilayahnya berdampingan dengan masyarakat," kata Agus.
Ia berharap kolaborasi itu berlanjut agar pencegahan penyakit tidak hanya dilakukan saat kasus muncul, tetapi juga lewat kegiatan pencegahan dan edukasi rutin ke warga.
Kepala Unit Riset Sungei Putih Pusat Penelitian Karet PT RPN menegaskan keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari komitmen TJSL, khususnya mendukung kesehatan dan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
"Kami melihat pencegahan DBD bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau fasilitas kesehatan, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak. Karena itu, Unit Riset Sungei Putih berupaya mengambil bagian dalam kolaborasi ini," ujarnya.
Fogging diakui bukan satu-satunya cara mencegah DBD. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN), menguras dan menutup tempat penampungan air, serta menghindari genangan tetap jadi langkah utama yang harus dijalankan bersama.
"Kami mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan fogging. Yang paling penting adalah menjaga lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk," tambahnya.
Melalui kolaborasi TJSL PT RPN bersama pemangku kepentingan, perusahaan berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan sehat, aman, dan nyaman bagi warga Desa Sei Putih maupun karyawan dan keluarga di sekitar perusahaan.