SUMATERA UTARA — Memasuki usia 7 bulan, kebutuhan nutrisi bayi tidak lagi cukup hanya dari ASI sehingga MPASI harus mulai dinaikkan tekstur dan takarannya. Panduan berikut membahas tekstur yang tepat, porsi per kali makan, jadwal harian, plus empat resep menu MPASI 7 bulan yang praktis dibuat di rumah.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa sejak bayi berusia 6 bulan, asupan makronutrien dan mikronutriennya tak lagi bisa dipenuhi ASI saja. Karena itu, pemberian MPASI yang tepat menjadi kunci pemenuhan gizi sekaligus penentu tumbuh kembang Si Kecil.
Saat MPASI pertama di usia 6 bulan, bayi biasanya diperkenalkan pada makanan lumat bertekstur halus dan agak encer. Jika Si Kecil sudah tampak mampu "mengunyah" dengan baik, Bunda bisa mulai menaikkan kekentalannya secara bertahap.
IDAI mengingatkan bahwa semangkuk bubur encer mengandung kalori dan zat gizi lebih sedikit dibanding bubur kental pada volume yang sama. WHO pun menyarankan makanan pertama bayi tidak bertekstur terlalu cair.
Rekomendasi WHO menyebut makanan awal bayi harus kental, tidak mudah jatuh dari sendok, dan mengandung lemak agar kalorinya lebih tinggi dari ASI. Jadi, target tekstur di usia 7 bulan adalah makanan yang cukup kental dan tidak menetes dari sendok.
Menurut anjuran IDAI, porsi MPASI bayi 7 bulan berkisar dari 3 sendok makan hingga setengah mangkuk ukuran 250 ml, atau setara 125 ml, per satu kali makan. Frekuensinya 2-3 kali makan utama sehari, ditambah 1-2 kali makanan selingan.
ASI tetap diberikan sesuai keinginan bayi. ASI masih menjadi sumber nutrisi penting sampai anak berusia 2 tahun atau lebih.
Contoh jadwal harian yang bisa Bunda coba:
Menu camilan ini cocok untuk melatih bayi mengenal rasa manis alami buah. Bahan: 1 buah apel merah yang sudah dibersihkan dan dipotong empat, setengah lembar roti tawar tanpa pinggir, serta 100 ml ASI atau susu formula.
Cara membuatnya: kukus apel hingga lunak, angkat, lalu haluskan dengan blender setelah dingin. Masukkan roti dan susu, blender kembali sampai lembut. Tuang ke mangkuk dan sajikan.
Kombinasi sayur dan buah ini memberi serat serta vitamin tambahan untuk Si Kecil. Siapkan 1 buah apel manis sekitar 150 gram, 60 gram brokoli, dan 60 gram buncis muda.
Kupas apel dan buang bijinya, potong dadu bersama brokoli dan buncis. Kukus semua bahan sampai matang dan lunak, kemudian haluskan dengan food processor atau blender. Bila perlu, tambahkan sedikit air matang agar teksturnya pas.
Resep dua porsi ini kaya protein dan lemak sehat. Bahannya: 75 gram fillet ikan tuna, air dari seperempat butir jeruk nipis, 50 ml susu kedelai, 1 kuning telur ayam kampung, 25 gram brokoli cincang, 20 gram keju parut, 150 gram kentang iris tipis, dan setengah sendok teh margarin.
Lumuri tuna dengan air jeruk nipis, diamkan 10 menit, bilas lalu cincang kasar. Campur susu kedelai, kuning telur, brokoli, tuna, dan keju, aduk rata. Olesi wadah tahan panas dengan margarin, tata kentang, tuang campuran susu, lalu kukus 30 menit sampai matang.
Menu lokal ini memperkenalkan rasa rempah lembut pada bayi. Untuk 3 porsi, siapkan 60 gram nasi putih, 45 gram daging ayam cincang, 30 gram tahu, 30 gram labu siam, 15 gram wortel, 1 lembar daun salam, 1 batang sereh, 1 lembar daun jeruk, 5 gram minyak goreng, 30 ml santan, dan 300 ml air kaldu ayam. Haluskan 1 siung bawang merah sebagai bumbu.
Tumis bumbu halus bersama daun salam, sereh, dan daun jeruk sampai harum. Masukkan ayam cincang, tahu, labu siam, dan wortel, lalu tuang kaldu. Setelah sayur lunak, tambahkan nasi dan santan, masak hingga mengental, kemudian sajikan dalam kondisi hangat.
Setiap bayi punya kecepatan adaptasi berbeda terhadap tekstur dan porsi baru. Bunda sebaiknya berkonsultasi ke dokter anak bila Si Kecil menolak makan lebih dari beberapa hari, berat badannya tidak naik sesuai kurva, atau muncul reaksi alergi seperti ruam dan diare setelah mencoba bahan tertentu.
Menambah tekstur dan takaran MPASI di usia 7 bulan adalah proses bertahap, bukan perlombaan. Selama ASI tetap diberikan dan variasi menu terus diperkenalkan, Si Kecil akan belajar menikmati makanan baru dengan ritmenya sendiri.