MEDAN — Angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara pada Maret 2026 menunjukkan tren pemulihan yang solid. Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, mengungkapkan bahwa secara tahunan (year-on-year), pertumbuhan mencapai 43,40 persen, menandakan sektor pariwisata jauh lebih bergairah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Meski jika dibandingkan dengan Februari 2026 terjadi penurunan tipis sebesar 1,01 persen, performa kuartal pertama tetap stabil. Pada Januari tercatat 22.583 kunjungan, lalu naik ke 24.851 kunjungan di Februari, sebelum sedikit terkoreksi pada Maret.
Negara tetangga masih menjadi pasar utama. Malaysia menyumbang 39,73 persen dari total wisman, disusul Singapura 5,10 persen, dan Tiongkok 3,24 persen. Namun yang menarik, kunjungan dari Malaysia dan Singapura justru menurun secara bulanan, masing-masing 16,58 persen dan 23,80 persen.
Sebaliknya, wisman dari negara-negara jauh mengalami kenaikan pesat. Kunjungan dari Jerman melonjak 31,28 persen, Australia naik 24,91 persen, dan Tiongkok naik 12,55 persen. Pola ini menunjukkan diversifikasi pasar yang mulai terbentuk di Sumut.
Menguatnya kunjungan wisman juga berdampak pada tingkat hunian hotel. Pada Maret 2026, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumut mencapai 41,58 persen, naik dari 40,67 persen pada bulan sebelumnya. Hotel bintang 5 mencatat okupansi tertinggi, yakni 53,22 persen.
Fenomena menarik terjadi pada hotel non-bintang. TPK-nya melesat dari 21,83 persen menjadi 26,38 persen. "Peningkatan TPK hotel non-bintang yang naik 4,55 poin secara bulanan ini dipengaruhi oleh periode libur Lebaran," ujar Asim. Secara total, TPK gabungan seluruh hotel naik dari 28,54 persen menjadi 31,82 persen.
Data ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan sektor pariwisata Sumut pasca-pandemi. Lonjakan wisman dari Eropa dan Australia mengindikasikan bahwa promosi wisata alam dan budaya Sumut mulai menjangkau pasar jarak jauh. Sementara dominasi Malaysia yang tetap kuat menunjukkan konektivitas dan kedekatan geografis masih menjadi faktor utama.
Dengan tren kunjungan yang stabil di atas 22.000 per bulan dan pertumbuhan tahunan yang mencapai dua digit, prospek pariwisata Sumut pada tahun 2026 diprediksi akan terus menguat, terutama jika didukung oleh kebijakan visa dan promosi yang agresif.