Keputusan Atari menempatkan Godzilla: Destroy All Monsters Melee Remastered bersebelahan dengan GTA 6 di kalender rilis terlihat seperti bunuh diri komersial. Tapi setelah ditelisik, strategi ini punya pembenaran tersendiri. Tanggal 3 November 2026 bertepatan dengan perilisan film Godzilla Minus Zero di Jepang, yang tayang beberapa hari kemudian di Barat.
Game ini pertama kali dirilis di Nintendo GameCube pada 2002, lalu menyusul ke Xbox original setahun berikutnya. Kini, pengembang asli Pipeworks bersama Atari menghidupkannya kembali untuk konsol modern.
Remaster ini tidak sekadar port biasa. Visual telah diperbarui, dan sejumlah peningkatan kualitas hidup ditambahkan. Mode Destruction yang legendaris juga ikut dirombak, lengkap dengan delapan lokasi yang masing-masing punya varian siang dan malam.
Salah satu tambahan terbesar adalah dukungan online multiplayer. Pemain tidak lagi harus berkumpul di satu ruangan untuk saling menghancurkan kota sebagai monster raksasa. Sistem unlock dalam game juga disebut lebih ramah dari versi aslinya.
Bagi yang tumbuh besar dengan game ini di era GameCube, kabar ini seperti mimpi. Koleksi fisik game original kini langka dan harganya melambung tinggi. Remaster ini menjadi jalan keluar paling masuk akal untuk memainkannya kembali tanpa harus merogoh kocek dalam untuk barang bekas.
Kabar kurang menggembirakan bagi pengguna Xbox dan PC: mereka hanya akan mendapat versi digital. Sementara pemilik PS5 dan Nintendo Switch 2 beruntung karena bisa memiliki salinan fisik untuk koleksi. Meski begitu, versi PC sudah bisa di-wishlist di Steam sekarang juga.
"Kami memilih monster dan bertarung dengan serangan brutal melalui kota-kota yang diciptakan ulang," tulis pengumuman resmi Atari. Pemain bisa bertarung melawan teman secara lokal atau melalui online multiplayer yang baru diperkenalkan.
Di permukaan, menempatkan game apa pun di bulan November 2026 terdengar gila. GTA 6 diperkirakan akan mendominasi penjualan dan perhatian publik. Tapi Godzilla: Destroy All Monsters Melee Remastered punya basis penggemar yang berbeda — mereka yang merindukan pertarungan monster klasik, bukan pencuri mobil.
Ditambah lagi, Godzilla Minus Zero sebagai film sekuel besar akan menjadi magnet tersendiri. Atari memanfaatkan momentum budaya pop ini untuk menciptakan jendela rilis yang justru terasa relevan.
Pada akhirnya, tidak banyak game yang berani mengibarkan ekor duri di hadapan GTA 6. Tapi Godzilla bukanlah monster yang mudah gentar.